T.R.U.E.S.T.O.R.Y band "indie" visual kei punya kebebasan yang lebih terbatas dibanding "super major label" Britney Spears
Udah lama ak gatel pengen posting entry dengan judul Visual Kei died in 2001 ( ato deket2 itu lah ) karena dalam hati rada gemes setiap kali liat tulisan visual kei never die, ato visual kei is not dead, ato "apalah" is not dead. tapi berhubung ak ni ga pengen ribut-ribut ( tau sendiri kan kadang2 kelakuan fans fanatik ky gimana ) jadi ak nahan diri aja, cuma komentar kalo banyakan band sekarang "all looks no talent" yah memang si dari dulu juga kebanyakan looks nya dibanding talent nya hehehe, tapi kan paling ngga kan kita sama-sama mengakui kalo band2 kaya X japan, luna sea, glay, l'arc en ciel, malice mizer, kagrra, dir en grey ( uhuk, uhuk, mekso), punya kualitas tersendiri yang tidak memalukan, terlepas apakah kalian ngefans ato ngga, bahkan kalopun kalian membenci mereka pasti dari lubuk hati yg paling dalam kalian bakal bilang "OK meskipun ak benci tapi ada 1-2 lagunya yg enak didenger"
Beda ama visual kei sekarang yang kebangetan banget looks nya, kebangetan banget komersialnya, dan kebangetan banget stagnansi kreativitasnya, jadi kasarannya kalo km intens ngikutin perkembangan mereka dari awal 90 sampe 00 terus berhenti sama sekali, kamu ga bakal nemu perubahan yang berarti sekarang ( kalo saya si ngikutin mereka setelah new wave ini udah "mati", telat hehehe ). dan segala keluhan saya tentang visual kei terjawab semua penjelasannya mengapa begini mengapa begitu setelah membaca sebuah artikel berisi wawancara dengan seorang yang bekerja di label rekaman visual kei di Tokyo Damage Report, sebuah artikel yang cukup mengejutkan, dan ga bisa dipertanggung jawabkan kadar kebenarannya ( rule#1 jangan pernah percaya 100% info yg didapat di internet, termasuk blog ini ), tapi bagiku pribadi artikel itu menjelaskan banyak tanda tanya yang selama ini kadang muncul di kepala
so here we go, postingan kali ini 95% isinya cuma translate an entri itu, dan juga bakal menjadi postingan yg panjang, jadi kalo km sekarang lagi sibuk mending dilanjutin dulu kesibukannya, lanjut lagi nanti malem habis Sholat Isya'. daripada di bioskop transTV ga ada film bagus, mendingan baca wawancara ini, mirip ceritanya ama film2 mafia kaya' scarface ato godfellas hehehe
Sejarah "asli" Visual Kei
Sekitar 1983 ada scene baru yang menggabungkan musik barat kaya' LA hair metal, gothic, punk dengan budaya sendiri yaitu shojo manga ( komik cewe, mata berbinar-binar, cowok cantik pegang mawar, dsb ) pengaruh manga ini nantinya diaplikasikan pada penampilan mereka dan juga aksi panggungnya, saling ciuman, peluk-pelukan, grepe-grepe perut
Awalnya scene ini hanya ada di kota besar, musisi yang terlibat didalamnya sangat fanatik dan "niat" sampe-sampe ada yang membuat label rekaman sendiri ( yoshiki dari X japan dengan extacy records). lama-kelamaan scene ini semakin besar dan berhasil menarik perhatian label rekaman yang lemudian menjadikannya sebagai fenomena di industri musik jepang. sebagai trade-off nya band yag bermain di scene ini harus mengikuti aturan yg dibuat label
Band-band terbaik ada di tahun 93-99, bener-bener booming nya ( diekspose besar-besaran di berbagai majalah, talkshow TV nasional ) pada 97-99. dan baru mendapat perhatian internasional pada 2000-an setelah di jepang sendiri udah selese boomingnya
Thema lirik: yang sadis-sadis, dark, suicide dsb, cocok buat remaja lah, kaya' emo jaman sekarang
Koneksi dan total kontrol: total kontrol disini bisa diibaratkan dengan "one stop fame shop" kalo km pengen sukses dan terkenal, km hanya perlu kesini, semua ada, ga perlu ke toko yang lain
Band kamu butuh kostum? clothing brand kami bakal menyediakannya untuk mu, butuh publikasi? kita punya TV kabel kita sendiri, majalah dan juga program radio. semua band besar disponsori oleh ESP guitars yang bisa membuat gitar/bass custom model sesuai keinginan sang gitaris. semua koneksi ini dimiliki oleh orang yang sama tapi tentu saja disamarkan untuk menghindari dugaan monopoli
Label rekaman besar dipecah menjadi banyak label rekaman kecil di tiap-tiap kota, dengan image dan konsep yang berbeda-beda supaya makin tersamar. cukup berguna waktu band-band dari label induk melakukan tour ke berbagai kota. itung-itung semacem buka cabang
The Fun Part: Interview!
Bisa dijelaskan bagaimana struktur di industri visual kei?
Yoshiki adalah eksekutif produsernya, atau sang big boss. dia sekarang cuma ngasih arahan secara garis besar aja. yang memegang kendali di lapangan adalah dynamite tommy ( yang beberapa waktu lalu berurusan di pengadilan soal kasus manipulasi dana pembuatan promotional video )
meskipun yoshiki dan dynamite tommy ada di induk rekaman yang berbeda?
ya! sebenarnya mereka selalu bekerja sama sejak tahun 85. yoshiki berasal dari chiba, dan dynamite tommy dari osaka. jadi yoshiki mengurusi bisnis tommy di daerah timur dan tommy mengurusi bisnis yoshiki di daerah barat
secara yoshiki adalah drummer dari x japan, penemu visual rock, x japan selalu mendapatkan kontrak terbaik, mereka benar-benar tahu apa yang harus dikerjakan supaya bisa berada di puncak. mereka mengajari orang lain, musisi lain yang bekerja untuk mereka hingga beberapa dari mereka mendirikan label rekaman sendiri yang lebih kecil, tentunya semua dibawah kendali extacy records
pada awalnya ada rasa rivalitas diantara yoshiki dan tommy, tapi ga lama mereka jadi teman dekat dan menyadari kalo dg bekerja sama mereka bisa dapet lebih banyak uang. menggunakan sistem yang sama persis ama yg dipake yakuza: mengontrol wilayah yang berbeda tapi bekerjasama untuk mendapatkan keuntungan maksimum. aku mengurusi bisnismu di wilayahku dan kamu mengurusi bisnis ku di wilayahmu, jadilah extacy records dan free-will ini bekerja sama. didukung oleh Yasuhiro ( bukan musisi ) pemilik label rekaman juga, live house, record store, management company. sooo jadilah visual kei interprise ini yang kemudian dilengkapi, fashion studio, video companies, magazine dll
Yoshiki The Godfather of Visual Kei
location: Chiba
label: Extasy Records ( indies label: X japan, Luna Sea, Gilles de Reis, etc)
Platinuum ( major label: Glay, International Licenses )
3 orang top mafia ini ( yoshiki, tommy, yasuhiro ) punya hak untuk membuka label rekaman sebanyak mungkin, sepanjang siapa aja di dalam "family" tahu siapa punya apa. dan kalo mau menghindari pajak, yang perlu dilakukan adalah sengaja bangkrut!. labelnya tiba-tiba saja menghilang dan ga lama kemudian muncul lagi label yg baru ( masi inget kan kisaki nutup matina recods terus tiba-tiba aja muncul undercode ) ijin juga diberikan kepada beberapa musisi terpilih untuk membuka label rekaman kecil sendiri. setiap band biasanya punya satu member pintar yang setelah beberapa tahun jadi pekerja, ingin membuka label rekaman sendiri. pengalamannya selama di band membuat dia kenal banyak orang di bisnis ini, jadi semuanya tinggal jalan aja asalkan ijin dari bos diatas dah turun. dengan cara ini mereka bisa menguasai seluruh wilayah nasional
apa maksudnya ijin?
jadi anak band itu dateng ke salah satu label induk dan meminta ijin. dengan ijin ini berarti label visual besar nantinya ga akan menutup label yang akan dia buat. ato contoh prakteknya, orang dari label besar ini ga akan ke retailer / live house dan bilang "kalo kamu melakukan bisnis ama label ini, kamu ga bakal bisa bikin deal ama band kita!"
setelah mendapat ijin, label yang lebih kecil harus mendukung semua band yg ada di label rekaman induk itu di wilayahnya sendiri. selain itu mereka juga harus membagi keuntungannya dengan label induk
apakah anak band itu pake duitnya sendiri untuk buka label, atau dapet duit dari label induk?
keduanya, pake uang sendiri dulu, sisanya pinjam dari label induk. tapi ga ada istilah kamu bisa melunasi hutangmu ke label induk! kamu selamanya akan jadi pegawai mereka, meskipun kelihatannya kamu yang menjalankan label sendiri. lagipula hak untuk menjual ( publish ) lagu ada di tangan label induk. sebagian royaltinya nanti diberikan kepada produser
apa itu produser?
dalam dunia vk ini, produser adalah orang yang mengkonsep band itu, membuat semua lagu dan liriknya. dalam setiap label pasti ada seorang pintar yang membuat semuanya dan bertanggungjawab atas semua bagian kreatif. mayoritas dari produser ini memakai drugs
supaya kreatif?
ngga, soalnya mereka ga punya waktu untuk tidur
di labelmu, produser ini bertanggung jawab atas berapa band?
sepuluh band
dan mereka semua dibikinin satu album setiap tahun?
lebih dari itu
gimana proses pembuatan lagunya?
label punya studio di kantornya, si produser biasanya main gitar terus merekam part gitar itu, kemudian member band datang mendengarkan dan belajar memainkannya. tentu saja ada beberapa band yang udah cukup senior dan berpengalaman jadi mereka bisa membuat lagunya sendiri, dan si produser cukup mempoles dikit, ato dia hanya bikin liriknya.
tapi kebanyakan band ga bisa bikin lagu, mereka baru 17, 18 tahun, biasanya ex berandalan, atau anak-anak yg drop out dari sekolah "they’re pretty helpless" kalo kamu pintar kamu ga akan tanda tangan kontrak dengan label macam itu, tapi visual bands... mereka ga tau caranya me manage sebuah band, atau kalaupun mereka tau, mereka ga punya koneksi buat bermain di level profesional
salah satu contohnya soal live houses. kalo kamu ga di label, kamu harus ikut audisi, yang artinya kamu cuma punya kesempatan main di selasa malam dimana ga ada orang yang nonton. yang ada hanya orang-orang dari live houses bengong ngeliatin km main. kalo kamu kekeuh tetep melakukannya sampe 3 atau 4 kali di setiap main live house, mungkin salah satu dari live house itu akan menaruh iba ke kamu dan ngasi kesempatan weekend gig. tapi kalo kamu menerima tawaran itu berarti kamu punya hutang budi ke live house tersebut, kamu ga bisa main di tempat lain. ada semacam virtual kontrak nya, kesepakatan tak tertulis ala yakuza
tapi kalo km ikut label ( ingat kalo label kecil pun terkoneksi ke label besar ) kamu ga perlu pusing-pusing lagi, label akan mengurus show nya, publikasi di majalah, bahkan script MC-ing di sela-sela lagu jadi kamu ga kedengeran kaya' orang idiot. mereka akan mengurus semuanya! mereka memperlakukanmu seolah-olah kamu adalah bagian dari family mereka, jadi kenapa kamu masih harus menuntut uang? mengapa kamu nantinya ingin keluar dari family? setelah semua yang telah mereka lakukan untuk mu?
oiya satu lagi, di CD jaket selalu ada credits yang menyebutkan gitarisnya bikin lagu ini, vokalisnya bikin lagu itu dll, semuanya bohong, hanya fantasy untuk fans aja. copyright dan lisensi JASRAC dipengang oleh produser atau label induk
bisa digambarkan bagaimana kantornya?
ada 4 atau 5 kantor di sebuah gedung besar ( apartemen yg diubah ) masing-masing kantor punya tugas sendiri2, recording studio, kantor label, clothes, graphic design. produser biasanya wara-wiri dari satu kantor ke kantor yg lain kerena dia yang bertanggung jawab atas semuanya
bukan pemilik label?
bukan, tapi biasanya di label2 di kota kecil, pemilik label merangkap juga sebagai produser. pemilik label biasanya yang mengkonsep dan bikin ide ( band baru, strategi promosi dll ), sementara produsernya bertugas merealisasikannya dan memastikan semuanya dikerjakan dengan benar, yang mana adalah tugas yang sulit secara bawahan mereka biasanya bukanlah orang yang pintar. biasanya mereka semua tipe2 ex-mafia, berandalan, boxer, orang-orang dengan catatan kriminal, jail record dan kemungkinan inilah desk job mereka yang pertama. all kind of bad boys
Kejahatan finansial
selain "bangkrut palsu" apalagi kejahatan finansial yang biasa dilakukan orang2 di label?
tentu saja money laundering
maksudnya?
katakanlah kamu ini seorang yakuza dan punya 1 juta dollar, kamu ga bisa pake uang itu karena kotor, kamu bisa tertangkap kalo melakukannya, jadi kamu tetap menyimpannya di balik kasur ( kasur lol). tapi kalo kamu memakai uang itu untuk investasi di bisnis yang legal, idealnya di bisnis yang berurusan dengan banyak uang. bukan hanya kamu akan mendapatkan profit yang sah, tapi kamu juga bisa "mencuci" uang kotor tadi dengan menyembunyikannya di profit dari bisnismu yang sah itu
seperti misalnya saya jual 1000 records, harga satunya $10 ( dapet duit $10.000 ) tapi aku mengaku telah menjual 4000 records. nanti kekurangan $30.000 diambil dari duit di balik kasur itu dan dimasukan ke bank sebagai bagian dari pemasukan perusahaan. semacam itu?
iya, itu versi gampangannya. selain itu, karena label rekaman adalah pemilik semua bisnis yg terkait dengannya ( music video company, clothing company, production company, studio, magazine ) jadi kamu bisa dapet uang gratis dari manipulasi kontrak
maksudnya?
katakanlah kamu akan merekam sebuah album, kamu adalah "pemilik bayangan" dari label dan studio itu, biaya pembuatan albumnya $10.000. tapi studio itu minta bayaran ke label $20.000. jadi kamu bisa pulang ke rumah dengan mengantongi tambahan $10.000. sekarang kalikan aja taktik ini dengan setiap transaksi yang terjadi di bisnis entertainment ( seperti yg kita tau dynamite tommy kemaren2 dibawa ke persidangan karena kasus semacam ini )
tapi kan pada dasarnya mereka hanya "merampok" uangnya sendiri??
iya tapi hal seperti itu bisa digunakan untuk mengurangi tanggungan pajak ( pengeluaran perusahaan dibikin membengkak ). dan daripada menghabiskan uangnya untuk sebuah music video kan lebih baik dipake buat pengeluaran pribadi. jadi itu bisa dibilang keuntungan kan?
FANS
apa komentar band-band ini tentang fans mereka
jujur aja kita sering menertawakan mereka. ya bisa dibilang, yang selalu jadi bahan pembicaraaan adalah "siapa yang punya fans yg paling aneh"
apa band ini menganggap fans mereka sexy? menyebalkan? atau hanya aneh?
semuanya! tergantung fans nya kan. kadang2 musisi ini jatuh cinta dengan fansnya, meskipun ga selalu. yang pasti terjadi adalah frustasi yg berkelanjutan! pada awalnya bands ingin punya fans, mereka melakukan apapun untuk mendapantkan fans. saat band ini menjadi besar mereka menyadari klo fans ini ga begitu pintar atau menarik lagi
ada beberapa kelompok fans, cewe2 yang nongkrong sebelum show dimulai, bikin koreografi para-para, mencoba mengetahui rahasia para member band. fans2 ini juga bisa aggresif kepada fans band lain di show yg sama, atau ce2 yang mereka anggap "fake" fans
band apa yang dikenal punya fans paling maniak / ganas?
hampir setiap band punya hardcore follower. tapi kalo kita bicara soal "bad fan" band yang ada di pikiran saya adalah mirage, malice mizer, kuroyume
apakah fans pernah menyerang band?
ngga, tapi pernah juga beberapa kali. biasanya hanya sekelompok kecil cewe yang dibentuk untuk membenci band tertentu, biasanya karena mereka merasa band A adalah rival dari band B yang mereka dukung. di industri ini kami menyebutnya アンティファン ( ANTI-FANS )
WTF?? ini pasti cuma ada di jepang
bisa dibilang ini adalah keunikan dari visual kei. indie label lain ga punya anti-fans
apa yang mereka lakukan?
seperti yang kamu duga lah, mereka akan bikin BBS dan bahas seberapa benci mereka terhadap band itu dan kemudian mereka akan nge-flame ke BBS fans band itu dan bilang hal semacam "you must die!!" lol
wow perang! apakah pernah ada perkelahian secara fisik?
ya pernah ada juga, tapi jarang terjadi, soalnya para anti-fans ini ga mungkin mau keluar duit untuk dateng ke show band yang mereka benci! perkelahian serius malah lebih sering terjadi antar sesama fans, untuk menentukan siapa yang jadi "best fans" orang yang benar-benar memahami band itu
FANS DAN FANTASY
bisakah kamu cerita bagaimana label membuat wall antara band dan fans nya?
no photos, no recording, no talking to the band. menjaga fantasy adalah prioritas utama. kalo ga ada fantasy, band itu ga akan pernah bisa jadi besar. kalo mereka bicara dengan fans nya, dan fans nya tau kalo idola mereka ini kerja di shift malem convenient store seven eleven, makan ramen dan main judi pachinko, maka image "vampir prancis luar angkasa bisexual abad ke-17" nya akan berantakan
apa lagi yang dilakukan label untuk mendapat keuntungan lebih?
yang utama adalah segala sesuatu tentang "limited-edition" one-time-only press. dan ini ngga hanya terjadi di scene visual, semua pop scene jepang melakukannya. seperti contohnya " ini kami mengeluarkan photo set terbatas, hanya 300 kopi, dan kita ga akan pernah ngejualnya lagi! hanya hari ini!!. kadang dilengkapi dengan bonus CD yang isinya pesan dari band untuk fans nya
inget Velvet Eden? ratu dengan sayap kelelawar 4 feet dan kuku vampir sepanjang kaki. dia sekarang bekerja di FREEWILL records sebagai graphic designer. ak inget dulu pernah terkejut melihat dia kerena pake rok yang sangat pendek, kemaluannya menonjol keluar. ini hal yang aneh, karena seharusnya visual band itu ga punya gender, mereka bukan pria atau wanita. ide awalnya adalah menciptakan band yang diisi oleh makhluk2 magis, mereka ngga berada di alam yang sama dengan fans. mereka ga punya tanggungan hidup, ga punya pacar, orang tua, ga punya van yang bau. fans ga mau memikirkan tentang itu! mereka ingin impian ( bukan wanita ataupun pria ) fairy-tale. dan juga bukan soal permainan gitar yang melulu main di mode lydian
PESTA
bisa cerita tentang after-parties nya gimana?
tentu, ada dua jenis pesta yang berbeda, publik parties dan industy parties. pertama ak akan cerita soal publik parties dulu. jadi kamu punya sebuah band, biasanya sedang dalam tour. kelelahan. setelah show yang besar, dimana ada banyak fans yang dateng, mereka akan menyewa sebuah tempat ( biasanya yang dipunyai "family" orang yg dikenal orang dalam. jadi bisa sewa dengan lebih murah) dan mereka mengundang fans2 tertentu yang "ngga berbahaya"
hahaha bagaimana mereka tau?
percayalah mereka tahu. biasanya didasarkan dari obrolan2 sesama member tentang fans saat mereka sedang suntuk "siapa yang punya fans paling gila, paling aneh, dll ". bisa juga didasarkan dari kuisioner yang disebarkan kepada fans saat show. pokoknya mereka tahu lah! khususnya karena pada awal karir mereka hanya punya sedikit fans, mereka sampe hafal namanya
jadi setelah band menjadi besar, "fans original" ini selalu diikut sertakan ke dalam parties? sebagai tanda terimakasih karena membantu band ini mendapatkan apa yng mereka inginkan?
justru sebaliknya!! sebenarnya "original fans" inilah yang paling berbahaya. mereka ingin "melindungi" band dari fans2 baru, yang faktanya adalah orang-orang yang menghasilkan uang untuk label! dan inilah momen saat "original fans" biasanya menjadi sangat agresif, berantem, email flamming, smacking faces. hal-hal yang tidak ingin kamu temui saat after-parties. nantinya fans-fans yang diundang akan membayar pestanya
maksudmu membayar makan minum?
oh bukan, mereka membayar ke label untuk bisa berada di ruang yang sama dengan band. karena itulah kita bikin pesta! untuk mendapatkan uang tambahan dari fans. harganya sama kaya bayar tiket konser, atau paling tidak $40 $50. nantinya band member akan memisah di setiap sudut ruangan dengan pembatas berupa kaca. biasanya fans ada di main room jadi mereka bisa melihat idolanya makan! atau minum! dan setiap 10 menit seorang dari label akan menunjuk salah satu fans yang "safe" atau paling ngga tidak berbahaya untuk masuk ke ruangan member band, dan bilang OK ini giliranmu, silahkan masuk dan makan bersama sebentar
berbahaya bagaimana?
merobek baju! atau hilang kesadaran, pingsan....
hindari yang pingsan, OK
benar. jadi kalo kamu berlaku sopan, kamu bisa ngobrol dengan band untuk 5 atau 10 menit, kaya' kalo di amerika istilahnya apa?
meet and greet?
iya, sama seperti meet and greet, bedanya disini semua mabuk dan waktu menunjukan pukul 5 pagi. dan ini berlangsung sampe sekitar pukul 6 pagi. kemudian setelah semuanya selese, angota band akan meminta nomer telepon fans2 tertentu
untuk diajak bercinta?
ngga, kalo kamu dapet nomer teleponnya, maka dia akan datang ke setiap gigs, beli setiap album, karena dia pikir member band itu menyukainya
wew, itu bener2 trik yang scientific
jaman sekarang mereka bertukar email, tapi tetap saja sebenarnya semua soal kepentingan bisnis. mereka akan mengirim email ke fans itu supaya datang ke shows. jadi inilah yang disebut public parties
dan private party nya?
tentu saja tanpa fans! yang ada hanya bands, mungkin beberapa dari band lain yang satu label, tapi kebanyakan businessman, orang industri, dan gadis2 sexy
kupikir tadi km bilang tanpa fans?
mereka ini prostitute, mereka diajak ikut untuk menghibur, seperti sebuah pabrik yang sedang merawat mesinnya. ini bukan hanya soal seks, mereka harus menghidupkan pesta dengan komentar-komentar yang lucu. ini penting karena ak sebelumnya ga pernah melihat member band terlihat begitu lelah dan bosan seperti yang ada di industri visual ini. dan mereka ga bisa keluar sebelum pukul 6 pagi, kalo kamu menghindar, itu bakal dianggap sebagai tindakan yang melawan label. jadi prostitute ini membuat mereka jadi tahan berada di dalam. setelah pesta mereka bisa having sex kalo mau. tapi melihat betapa lelah dan bosannya tampang mereka. ak ragu kalo mereka sering melakukannya!
BAND MEMBERS
anak-anak band sebenarnya siapa mereka?
mereka sangat muda saat pertama kali bergabung, 17-18 tahun, karena ga akan ada orang yang berpengalaman dalam industri musik akan tanda tangan kontrak dengan label visual! tipikal orangnya adalah berandalan, drop-out, meski ga semuanya seperti itu, tapi yang jelas mereka berasal dari keluarga miskin atau working class. mereka ga harus suka visual / glam, tapi mereka benar-benar suka rock n roll, dan berpikir kalo menjadi rockstar itu menyenangkan
apakah ada anak yang kaget atau keberatan setelah mengetahui persyaratannya: lipstik, cium2an, dll. apakah ada yg bilang "sek bentar boss, temen2 genk motor saya bakal ngejek nih"
ngga, sebelum tanda tangan kontrak, mereka dah tau apa yang bakal mereka lakukan. biasanya mereka ga langsung masuk terus bikin band. mereka memulainya sebagai roadie dulu, dan saat dia udah cukup banyak melihat band2 tampil, dapet banyak pengalaman, maka label akan mempromosikannya sebagai "member band dari band baru" dan kalau band nya ga sukses, dia akan keluar, pindah band, atau bekerja untuk label dengan pekerjaan yang berbeda. mereka lebih cocok disebut sebagai pegawai perusaaan label biasa, yang bekerja melakukan apapun yang mereka bisa untuk membantu label
MEMBUAT BAND
bisa cerita gimana proses pembuatan sebuah band?
biasanya mereka melakukan perburuan. pemilik label akan memilih member paling berbakat dari 3 atau 4 band yang ga jelas juntrungan, ato nasibnya, meyakinkan mereka dengan bilang "band mu ga akan berkembang, keluar aja, kamu satu-satunya yang punya talent disini, gabung aja ke label ku dan akan kubuatkan band yang sebenarnya!" anak band itu bisa aja menolak, dan ngga akan diapa-apain, ga kaya' di film mafia. tapi sering juga si "pemburu" itu tiba-tiba ditengah jalan dicegat member band yang lain sambil bilang "jangan macam-macam dengan vokalis kami!" *POW* *BRAKK*
praktek perburuan member band ini juga yang jadi alasan kenapa begitu banyak band-band kecil yang gonta-ganti personel atau tiba-tiba aja bubar, pada level ini mereka benar-benar belum stabil. ak bisa bikin contoh: DIR EN GREY awalnya dibentuk dari LA:SADIES, kisaki dari osaka mendapat telepon dari label yang bilang "kita butuh kamu untuk band yang lebih besar" kisaki percaya dengan head-hunter itu dan keluar dari la:sadies. jadi yang biasa terjadi bukan para anggota band kumpul terus bilang "ayo kita bikin grup" tapi lebih ke: label ingin membuat band baru dan anggota band bilang OK
jadi biasanya produser bikin konsep dulu terus mencari orang yang cocok untuk mengisi konsep itu?
ngga, biasanya dia dapet musisi terbaik ( dilihat dari popularitas, bukan skill ) dulu baru konsepnya menyusul. kadang-kadang kalo member band yang bersangkutan sudah berpengalaman, dia juga akan ikut membuat konsepnya
btw apa konsep buat band nama-perancis??... l'arc en ciel??
musik dari langit, sesuatu yang light, ethereal, cloudy kind of music. tentu saja sekarang udah ngga, tapi dulu di awal karir mereka semua berbaju putih. beberapa band bahkan sama sekali ga perlu konsep!
hah?
mereka ga butuh konsep original kalo mereka ada di "roadie chain"
maksudnya?
"roadie chain adalah fenomena lain di dunia visual kei, ini salah satu contohnya: KUROYUME adalah sebuah band, beberapa roadie nya membentuk dir en grey yang punya image yang sama. dan roadie DIR EN GREY membentuk band the gazette dan sadie. contoh lain MALICE MIZER punya roadie bernama kamijo, satu tahun kemudian di bikin band sendiri yang bernama LAREINE yang terlihat dan punya musik yang hampir sama dengan malice mizer. kemudian dia membuat label rekaman sendiri bernama ARTIST'S SOCIETY, dan semuanya terdengar seperti malice mizer ( karena dia adalah produsernya, dia yang bikin semua lagunya! )
semuanya bekerja bagaikan mesin fotokopi ( ak percaya inilah alasan stagnansi kreatifitas, semuanya dah mentok di awal 2000, it's all finished )
jadi sekarang kita punya anak2 jalanan, pencari ( pemburu ) bakat, kita beri mereka gitar, kita buatkan konsep, tinggal kontrak!?
pertama-tama, kadang-kadang yang namanya kontrak itu ngga ada, ngga ada yang tertulis, sama seperti di dunia kejahatan, kita ngga tanda tangan diatas surat yang isinya "aku akan bayar hari selasa untuk 4 kilo heroin yang ak beli sekarang" semuanya ga dituangkan di dalam kertas, ngga perlu. kalo ada yang melanggar, siapa aja di industri ini akan tau, dan yang bersangkutan akan masuk blacklist dan ga bisa lagi berurusan di industri yg sama
pelanggarannya berupa apa?
bicara buruk tentang label kepada publik, atau tentang boss!, atau selingkuh dengan pacar boss, ngga tepat waktu, melewatkan acara promosi, meminta royalti, ngotot meminta uang. aturan pertama kamu harus flexibel, dan kedua, jangan banyak tanya
jadi mereka ga dapet duit dari lagu, tapi apa mereka dapet dari live show ato merchandise?
anggota band dapat fasilitas makanan, transportasi, baju panggung. kadang2 ada big-flat yang disewakan untuk mereka, ada juga apartemen 2 kamar yang ditempati sampai 12 orang. untuk urusan uang, band indie ga dapet. mereka dijanjikan akan mendapat uang kalo mereka dapet kontrak major, dan meskipun nantinya mereka dapet kontrak itu, tetep aja mereka ga dapet uang banyak kecuali kalo mereka bener2 band besar. low-rank major band dapet 100.000 yen per bulan ( sekitar Rp.10.000.000,- UMR nya jepang tho? CMIIW ) km bisa dapet uang lebih kalo kerja di 7/11 ( kalo di indonesia mungkin kita bisa ketemu member2 band melayu kerja di indomaret )
keutungan dari live show dibagi ke label dan live houses, keuntungan dari t-shirt jtahnya masuk ke label dan clothing co, label ga akan memasukan member band ke dalam hitung2an pembagian uang
wah pasti berat untuk mereka ya
karena label lah yang telah mengatur hidupmu, mereka adalah keluargamu, butuh bertahun-tahun dan uang yg ngga sedikit buat membuat fan-base. ini adalah investasi yang besar = radio spot, photo shoots, artikel majalah, baju, sewa studio, dll. jadi paling ngga satu-satunya hal yang bisa km lakukan untuk membalas jasa baik mereka adalah dengan tetap anteng dan ngga banyak protes!
kalo band ngga juga menghasilkan uang, berapa lama sampe akhirnya label memutuskan untuk membubarkan mereka?
tergantung, lagipula label selalu butuh band-band kecil untuk menjadi roadies band-band yang lebih besar, jadi memang ada band-band tertentu yang dirancang untuk menjadi band kecil
, itu adalah peran yang dipilihkan oleh family, mereka tetap dipertahankan meskipun menghasilkan sedikit uang. beberapa band lain memang dirancang untuk menjadi besar. tujuan utama nya adalah untuk menjual mereka ke major label
tujuan utamanya untuk dijual ke major label?
ya itu tujuan utamanya! itu adalah sumber keuntungan terbesar dari label!!
bisa dijelaskan?
ngga seperti di barat, dimana sebuah band meninggalkan indie labelnya dan mengikat kontrak dengan warner brothers, atau apalah. disini indie label hanya menjual license atau ijin kepada major untuk merilis satu atau dua album dari band yang bersangkutan, jadi label indie itu masih memiliki band nya, mereka masih me-manage band ini, tapi mereka mendapatkan major advertising dan major distribution! mereka dapet duitnya dimuka, jadi semua resiko kemudian ditanggung oleh major label. meskipun mereka juga tentunya ikut ambil peran di biaya promosi tapi secara penjualannya hampir dipastikan naik. mereka tetap setuju it's worth it!
hmm aku ga pernah mikir sampe ke situ
ya mungkin karena itulah sampe sekarang kamu masih miskin ( lol )
bagaimana kalau band yang sukses itu ingin keluar?
kamu bisa mendapatkan masalah besar kalo itu terjadi
karena keluar?
ya, masalah yang kamu dapatkan bisa berupa di-blacklist oleh industri, atau bisa juga kamu benar-benar diserang oleh tukang pukul label. blacklisting nya bisa sampai bertahun-tahun, kamu ga bisa melakukan gigs meskipun pake nama yang lain!. tapi kalo band yang keluar itu bukan band yang sukses maka itu ngga terlalu dipermasalahkan. penyerangan terhadap member-band ini hanya terjadi di indie scene, band - band major ga mungkin mengalaminya
ok katakanlah kamu menjalankan sebual label kecil dibawah naungan FREEWILL atau extacy, dan diumpamakan sekarang tahun 90 an, berapa band yang bisa sukses? ak ngga bilang soal mereka sampai ke major label, cukup sampai break-even aja, sampai mereka diperbolehkan bikin album selanjutnya
kalo dulu 1 dari 10, sekarang 1 dari 30!! ( pantesan perasaan band baru tambah banyak aja )
BAND LIFESTYLE
aturan utamanya kamu ga boleh punya pacar. kalo band member punya pacar mereka akan punya waktu yang lebih sedikit untuk label, dan juga sang pacar itu akan menggosipkan rahasia-rahasia kepada fans-fans yang lain. selain itu fans yang belum pernah having sex dengan mu adalah fans yang akan terus datang ke live show mu, biasanya kalau kamu udah have sex, mereka akan berhenti datang, semuanya akan berakhir. ini adalah sistem yang sama dengan host clubs
band member tinggal di wilayah tertutup milik perusahaan, karena mereka ga punya uang biasanya mereka ga punya apartemen sendiri, kadang-kadang ada beberapa band yang tinggal bersama-sama di satu tempat. bahkan pada label yang kecil, rumah pemilik label diisi oleh anak2 band yang tidur di lantainya! tapi itu jarang terjadi, dan agak berlebihan, standarnya si 2 orang dari band yang sama berbagi satu apartemen jelek
ok jadi mereka tinggal di apartemen yang sumpek, ga punya uang, apakah mereka diperbolehkan bekerja sampingan?
boleh, tapi biasanya mereka ga punya waktu
di amerika biasanya band melakukan world tour untuk promosi album, kemudian bekerja seperti biasa di sisa tahun itu, sampai mereka berencana merekam album selanjutnya, bagaimana dengan..
ngga, mereka tetap dibuat sibuk selamanya, karena ngga kaya' di amerika, di sini 90% band dibentuk tahun ini juga! mereka perlu benar2 dipromosikan, mereka terus membuat band-band baru, para fans butuh sesuatu yang baru. lagipula kenapa juga sebuah band hanya merilis satu album setahun? itu ga masuk akal
jadi alternatif nya adalah? 3 album setahun? bukankah akan terlalu susah untuk sang produser yang membuat semua lagu untuk 10 band itu?
ngga ngga, kenapa juga kita harus menjual 1 album kalo kita bisa menjual 6 maxi singles dengan masing-masing 2 lagu, kamu bisa menjualnya sepanjang tahun dengan harga 1.500 yen, dan kemudian di akhir tahun semuanya dirilis ulang dengan beberapa filler tracks, itu baru yang disebut full album! kamu menjual masing-masing lagunya dua kali, dan mendapatkan keuntungan 4 kali lipat!
apa itu maxi single?
single biasa isinya 2 lagu, sedangkan maxi single berisi 2 lagu plus sebuah SE atau sound effect, sesuatu yang ga kamu dapatkan dalam album
apa tuh sound effect?
sebuah intro! dan kalo saya bilang intro, maksud saya adalah general MIDI string sound di keyboard yang panjangnya cukup 4 bar dan tentu saja kamu bisa menjual maxi ini berkali-kali, yang pertama dengan photo member band, yang lain dengan bonus CD berisi komentar dari band, dan kesempatan yang lain dengan commemorative sweatband
wow
ya, fenomena ini adalah sesuatu yang istimewa di dunia visual kei, kami menyebutnya dengan "sindrom 1.500" kalo kamu mematok harga 1.500 maka barng yang kamu jual itu bisa dijual berkali-kali
wah kalian memanfaatkan emosi para fangirl!, mereka tahu kalo mereka bisa mendapatkan semua lagunya di album yang akan dikeluarkan nanti, tapi mereka tetap membeli semua rilisan yang mahal itu untuk berkompetisi dengan fans yang lain, dan untuk menarik perhatian para member band!
ya, konsekuensi dari itu adalah para member band itu jadi super sibuk, mempersiapkan rilisan dan juga gigs. ada banyak cerita tentang anggota band yang menjadi prostitute, bagi label hal itu ngga jadi masalah karena sama sekali ga menggunakan uang perusahaan, yang penting mereka ga telat datang ke kantor!
tapi mereka ngga memakai nama rock mereka?
tentunya ngga!! mereka bahkan merubah penampilannya
apa lagi yang dilakukan anak band yang ga punya duit ini?
judi, main pachinko, tricking the machine? apa istilahnya? main curang? tanpa ijasah sma atau gelar diploma mereka memang ga punya banyak pilihan, ada juga beberapa yang kerja shift malam di convenient store
kalo mereka dapet duit banyak dari prostitusi itu mereka kemudian akan keluar?
ngga, keingingan untuk terkenal jauh melebihi kebutuhan akan uang, mereka suka hidup di dunia showbiz, berada di panggung
kamu pernah keluar bareng mereka? offstage
ya!
so mereka kelihatan bagaimana? selain lelah
( laughs )
apakah mereka pake jaket satin?
biasanya ada satu member band yang benar-benar fanatik dengan scene ini dan selalu berdandan glam / goth. tapi yang lain biasanya memakai sneaker dan celana biasa. sebenarnya tergantung labelnya juga
apakah pemilik label atau produser punya barang-barang mewah?
tentu saja! minimal mobil dan rumah bagus, tapi itu hanya berlaku bagi "the big guys", produsernya kebanyakan tinggal di apartemen yang jelek, mereka terkadang dipermainkan oleh perusahaan
oiya saya ingin menambahkan, visual bands, saat mereka baru saja mulai biasanya memakai kostum dan rambut yang heboh, tapi biasanya bukan itu yg mereka inginkan. mereka hanya ingin jadi terkenal dan main musik rock, dandanan mereka terasa sebagai beban, begitu mereka menjadi sukses mereka akan melepaskan semuanya. mereka ingin orang-orang menghargai musiknya, bukan hanya penampilan
Beda ama visual kei sekarang yang kebangetan banget looks nya, kebangetan banget komersialnya, dan kebangetan banget stagnansi kreativitasnya, jadi kasarannya kalo km intens ngikutin perkembangan mereka dari awal 90 sampe 00 terus berhenti sama sekali, kamu ga bakal nemu perubahan yang berarti sekarang ( kalo saya si ngikutin mereka setelah new wave ini udah "mati", telat hehehe ). dan segala keluhan saya tentang visual kei terjawab semua penjelasannya mengapa begini mengapa begitu setelah membaca sebuah artikel berisi wawancara dengan seorang yang bekerja di label rekaman visual kei di Tokyo Damage Report, sebuah artikel yang cukup mengejutkan, dan ga bisa dipertanggung jawabkan kadar kebenarannya ( rule#1 jangan pernah percaya 100% info yg didapat di internet, termasuk blog ini ), tapi bagiku pribadi artikel itu menjelaskan banyak tanda tanya yang selama ini kadang muncul di kepala
so here we go, postingan kali ini 95% isinya cuma translate an entri itu, dan juga bakal menjadi postingan yg panjang, jadi kalo km sekarang lagi sibuk mending dilanjutin dulu kesibukannya, lanjut lagi nanti malem habis Sholat Isya'. daripada di bioskop transTV ga ada film bagus, mendingan baca wawancara ini, mirip ceritanya ama film2 mafia kaya' scarface ato godfellas hehehe
Sejarah "asli" Visual Kei
Sekitar 1983 ada scene baru yang menggabungkan musik barat kaya' LA hair metal, gothic, punk dengan budaya sendiri yaitu shojo manga ( komik cewe, mata berbinar-binar, cowok cantik pegang mawar, dsb ) pengaruh manga ini nantinya diaplikasikan pada penampilan mereka dan juga aksi panggungnya, saling ciuman, peluk-pelukan, grepe-grepe perut
Awalnya scene ini hanya ada di kota besar, musisi yang terlibat didalamnya sangat fanatik dan "niat" sampe-sampe ada yang membuat label rekaman sendiri ( yoshiki dari X japan dengan extacy records). lama-kelamaan scene ini semakin besar dan berhasil menarik perhatian label rekaman yang lemudian menjadikannya sebagai fenomena di industri musik jepang. sebagai trade-off nya band yag bermain di scene ini harus mengikuti aturan yg dibuat label
Band-band terbaik ada di tahun 93-99, bener-bener booming nya ( diekspose besar-besaran di berbagai majalah, talkshow TV nasional ) pada 97-99. dan baru mendapat perhatian internasional pada 2000-an setelah di jepang sendiri udah selese boomingnya
Thema lirik: yang sadis-sadis, dark, suicide dsb, cocok buat remaja lah, kaya' emo jaman sekarang
Koneksi dan total kontrol: total kontrol disini bisa diibaratkan dengan "one stop fame shop" kalo km pengen sukses dan terkenal, km hanya perlu kesini, semua ada, ga perlu ke toko yang lain
Band kamu butuh kostum? clothing brand kami bakal menyediakannya untuk mu, butuh publikasi? kita punya TV kabel kita sendiri, majalah dan juga program radio. semua band besar disponsori oleh ESP guitars yang bisa membuat gitar/bass custom model sesuai keinginan sang gitaris. semua koneksi ini dimiliki oleh orang yang sama tapi tentu saja disamarkan untuk menghindari dugaan monopoli
Label rekaman besar dipecah menjadi banyak label rekaman kecil di tiap-tiap kota, dengan image dan konsep yang berbeda-beda supaya makin tersamar. cukup berguna waktu band-band dari label induk melakukan tour ke berbagai kota. itung-itung semacem buka cabang
The Fun Part: Interview!
Bisa dijelaskan bagaimana struktur di industri visual kei?
Yoshiki adalah eksekutif produsernya, atau sang big boss. dia sekarang cuma ngasih arahan secara garis besar aja. yang memegang kendali di lapangan adalah dynamite tommy ( yang beberapa waktu lalu berurusan di pengadilan soal kasus manipulasi dana pembuatan promotional video )
meskipun yoshiki dan dynamite tommy ada di induk rekaman yang berbeda?
ya! sebenarnya mereka selalu bekerja sama sejak tahun 85. yoshiki berasal dari chiba, dan dynamite tommy dari osaka. jadi yoshiki mengurusi bisnis tommy di daerah timur dan tommy mengurusi bisnis yoshiki di daerah barat
secara yoshiki adalah drummer dari x japan, penemu visual rock, x japan selalu mendapatkan kontrak terbaik, mereka benar-benar tahu apa yang harus dikerjakan supaya bisa berada di puncak. mereka mengajari orang lain, musisi lain yang bekerja untuk mereka hingga beberapa dari mereka mendirikan label rekaman sendiri yang lebih kecil, tentunya semua dibawah kendali extacy records
pada awalnya ada rasa rivalitas diantara yoshiki dan tommy, tapi ga lama mereka jadi teman dekat dan menyadari kalo dg bekerja sama mereka bisa dapet lebih banyak uang. menggunakan sistem yang sama persis ama yg dipake yakuza: mengontrol wilayah yang berbeda tapi bekerjasama untuk mendapatkan keuntungan maksimum. aku mengurusi bisnismu di wilayahku dan kamu mengurusi bisnis ku di wilayahmu, jadilah extacy records dan free-will ini bekerja sama. didukung oleh Yasuhiro ( bukan musisi ) pemilik label rekaman juga, live house, record store, management company. sooo jadilah visual kei interprise ini yang kemudian dilengkapi, fashion studio, video companies, magazine dll
Yoshiki The Godfather of Visual Keilocation: Chiba
label: Extasy Records ( indies label: X japan, Luna Sea, Gilles de Reis, etc)
Platinuum ( major label: Glay, International Licenses )
3 orang top mafia ini ( yoshiki, tommy, yasuhiro ) punya hak untuk membuka label rekaman sebanyak mungkin, sepanjang siapa aja di dalam "family" tahu siapa punya apa. dan kalo mau menghindari pajak, yang perlu dilakukan adalah sengaja bangkrut!. labelnya tiba-tiba saja menghilang dan ga lama kemudian muncul lagi label yg baru ( masi inget kan kisaki nutup matina recods terus tiba-tiba aja muncul undercode ) ijin juga diberikan kepada beberapa musisi terpilih untuk membuka label rekaman kecil sendiri. setiap band biasanya punya satu member pintar yang setelah beberapa tahun jadi pekerja, ingin membuka label rekaman sendiri. pengalamannya selama di band membuat dia kenal banyak orang di bisnis ini, jadi semuanya tinggal jalan aja asalkan ijin dari bos diatas dah turun. dengan cara ini mereka bisa menguasai seluruh wilayah nasional
apa maksudnya ijin?
jadi anak band itu dateng ke salah satu label induk dan meminta ijin. dengan ijin ini berarti label visual besar nantinya ga akan menutup label yang akan dia buat. ato contoh prakteknya, orang dari label besar ini ga akan ke retailer / live house dan bilang "kalo kamu melakukan bisnis ama label ini, kamu ga bakal bisa bikin deal ama band kita!"
setelah mendapat ijin, label yang lebih kecil harus mendukung semua band yg ada di label rekaman induk itu di wilayahnya sendiri. selain itu mereka juga harus membagi keuntungannya dengan label induk
apakah anak band itu pake duitnya sendiri untuk buka label, atau dapet duit dari label induk?
keduanya, pake uang sendiri dulu, sisanya pinjam dari label induk. tapi ga ada istilah kamu bisa melunasi hutangmu ke label induk! kamu selamanya akan jadi pegawai mereka, meskipun kelihatannya kamu yang menjalankan label sendiri. lagipula hak untuk menjual ( publish ) lagu ada di tangan label induk. sebagian royaltinya nanti diberikan kepada produser
apa itu produser?
dalam dunia vk ini, produser adalah orang yang mengkonsep band itu, membuat semua lagu dan liriknya. dalam setiap label pasti ada seorang pintar yang membuat semuanya dan bertanggungjawab atas semua bagian kreatif. mayoritas dari produser ini memakai drugs
supaya kreatif?
ngga, soalnya mereka ga punya waktu untuk tidur
di labelmu, produser ini bertanggung jawab atas berapa band?
sepuluh band
dan mereka semua dibikinin satu album setiap tahun?
lebih dari itu
gimana proses pembuatan lagunya?
label punya studio di kantornya, si produser biasanya main gitar terus merekam part gitar itu, kemudian member band datang mendengarkan dan belajar memainkannya. tentu saja ada beberapa band yang udah cukup senior dan berpengalaman jadi mereka bisa membuat lagunya sendiri, dan si produser cukup mempoles dikit, ato dia hanya bikin liriknya.
tapi kebanyakan band ga bisa bikin lagu, mereka baru 17, 18 tahun, biasanya ex berandalan, atau anak-anak yg drop out dari sekolah "they’re pretty helpless" kalo kamu pintar kamu ga akan tanda tangan kontrak dengan label macam itu, tapi visual bands... mereka ga tau caranya me manage sebuah band, atau kalaupun mereka tau, mereka ga punya koneksi buat bermain di level profesional
salah satu contohnya soal live houses. kalo kamu ga di label, kamu harus ikut audisi, yang artinya kamu cuma punya kesempatan main di selasa malam dimana ga ada orang yang nonton. yang ada hanya orang-orang dari live houses bengong ngeliatin km main. kalo kamu kekeuh tetep melakukannya sampe 3 atau 4 kali di setiap main live house, mungkin salah satu dari live house itu akan menaruh iba ke kamu dan ngasi kesempatan weekend gig. tapi kalo kamu menerima tawaran itu berarti kamu punya hutang budi ke live house tersebut, kamu ga bisa main di tempat lain. ada semacam virtual kontrak nya, kesepakatan tak tertulis ala yakuza
tapi kalo km ikut label ( ingat kalo label kecil pun terkoneksi ke label besar ) kamu ga perlu pusing-pusing lagi, label akan mengurus show nya, publikasi di majalah, bahkan script MC-ing di sela-sela lagu jadi kamu ga kedengeran kaya' orang idiot. mereka akan mengurus semuanya! mereka memperlakukanmu seolah-olah kamu adalah bagian dari family mereka, jadi kenapa kamu masih harus menuntut uang? mengapa kamu nantinya ingin keluar dari family? setelah semua yang telah mereka lakukan untuk mu?
oiya satu lagi, di CD jaket selalu ada credits yang menyebutkan gitarisnya bikin lagu ini, vokalisnya bikin lagu itu dll, semuanya bohong, hanya fantasy untuk fans aja. copyright dan lisensi JASRAC dipengang oleh produser atau label induk
Location: Osaka Label: FREE-WILL ( undercode, matina, visual trap, PS company, Death trap, Speed-disk, S'Cube, Sherow Artist Society, A Heretic sound music)
bisa digambarkan bagaimana kantornya?
ada 4 atau 5 kantor di sebuah gedung besar ( apartemen yg diubah ) masing-masing kantor punya tugas sendiri2, recording studio, kantor label, clothes, graphic design. produser biasanya wara-wiri dari satu kantor ke kantor yg lain kerena dia yang bertanggung jawab atas semuanya
bukan pemilik label?
bukan, tapi biasanya di label2 di kota kecil, pemilik label merangkap juga sebagai produser. pemilik label biasanya yang mengkonsep dan bikin ide ( band baru, strategi promosi dll ), sementara produsernya bertugas merealisasikannya dan memastikan semuanya dikerjakan dengan benar, yang mana adalah tugas yang sulit secara bawahan mereka biasanya bukanlah orang yang pintar. biasanya mereka semua tipe2 ex-mafia, berandalan, boxer, orang-orang dengan catatan kriminal, jail record dan kemungkinan inilah desk job mereka yang pertama. all kind of bad boys
Kejahatan finansial
selain "bangkrut palsu" apalagi kejahatan finansial yang biasa dilakukan orang2 di label?
tentu saja money laundering
maksudnya?
katakanlah kamu ini seorang yakuza dan punya 1 juta dollar, kamu ga bisa pake uang itu karena kotor, kamu bisa tertangkap kalo melakukannya, jadi kamu tetap menyimpannya di balik kasur ( kasur lol). tapi kalo kamu memakai uang itu untuk investasi di bisnis yang legal, idealnya di bisnis yang berurusan dengan banyak uang. bukan hanya kamu akan mendapatkan profit yang sah, tapi kamu juga bisa "mencuci" uang kotor tadi dengan menyembunyikannya di profit dari bisnismu yang sah itu
seperti misalnya saya jual 1000 records, harga satunya $10 ( dapet duit $10.000 ) tapi aku mengaku telah menjual 4000 records. nanti kekurangan $30.000 diambil dari duit di balik kasur itu dan dimasukan ke bank sebagai bagian dari pemasukan perusahaan. semacam itu?
iya, itu versi gampangannya. selain itu, karena label rekaman adalah pemilik semua bisnis yg terkait dengannya ( music video company, clothing company, production company, studio, magazine ) jadi kamu bisa dapet uang gratis dari manipulasi kontrak
maksudnya?
katakanlah kamu akan merekam sebuah album, kamu adalah "pemilik bayangan" dari label dan studio itu, biaya pembuatan albumnya $10.000. tapi studio itu minta bayaran ke label $20.000. jadi kamu bisa pulang ke rumah dengan mengantongi tambahan $10.000. sekarang kalikan aja taktik ini dengan setiap transaksi yang terjadi di bisnis entertainment ( seperti yg kita tau dynamite tommy kemaren2 dibawa ke persidangan karena kasus semacam ini )
tapi kan pada dasarnya mereka hanya "merampok" uangnya sendiri??
iya tapi hal seperti itu bisa digunakan untuk mengurangi tanggungan pajak ( pengeluaran perusahaan dibikin membengkak ). dan daripada menghabiskan uangnya untuk sebuah music video kan lebih baik dipake buat pengeluaran pribadi. jadi itu bisa dibilang keuntungan kan?
Yasuhiro Fujiwara
Location: Tokyo
Label: Tear's music, M-EPS, Enamel, Holiday, live house franchise, records shop
notes: Multiple Businessman
Location: Tokyo
Label: Tear's music, M-EPS, Enamel, Holiday, live house franchise, records shop
notes: Multiple Businessman
FANS
apa komentar band-band ini tentang fans mereka
jujur aja kita sering menertawakan mereka. ya bisa dibilang, yang selalu jadi bahan pembicaraaan adalah "siapa yang punya fans yg paling aneh"
apa band ini menganggap fans mereka sexy? menyebalkan? atau hanya aneh?
semuanya! tergantung fans nya kan. kadang2 musisi ini jatuh cinta dengan fansnya, meskipun ga selalu. yang pasti terjadi adalah frustasi yg berkelanjutan! pada awalnya bands ingin punya fans, mereka melakukan apapun untuk mendapantkan fans. saat band ini menjadi besar mereka menyadari klo fans ini ga begitu pintar atau menarik lagi
ada beberapa kelompok fans, cewe2 yang nongkrong sebelum show dimulai, bikin koreografi para-para, mencoba mengetahui rahasia para member band. fans2 ini juga bisa aggresif kepada fans band lain di show yg sama, atau ce2 yang mereka anggap "fake" fans
band apa yang dikenal punya fans paling maniak / ganas?
hampir setiap band punya hardcore follower. tapi kalo kita bicara soal "bad fan" band yang ada di pikiran saya adalah mirage, malice mizer, kuroyume
apakah fans pernah menyerang band?
ngga, tapi pernah juga beberapa kali. biasanya hanya sekelompok kecil cewe yang dibentuk untuk membenci band tertentu, biasanya karena mereka merasa band A adalah rival dari band B yang mereka dukung. di industri ini kami menyebutnya アンティファン ( ANTI-FANS )
WTF?? ini pasti cuma ada di jepang
bisa dibilang ini adalah keunikan dari visual kei. indie label lain ga punya anti-fans
apa yang mereka lakukan?
seperti yang kamu duga lah, mereka akan bikin BBS dan bahas seberapa benci mereka terhadap band itu dan kemudian mereka akan nge-flame ke BBS fans band itu dan bilang hal semacam "you must die!!" lol
wow perang! apakah pernah ada perkelahian secara fisik?
ya pernah ada juga, tapi jarang terjadi, soalnya para anti-fans ini ga mungkin mau keluar duit untuk dateng ke show band yang mereka benci! perkelahian serius malah lebih sering terjadi antar sesama fans, untuk menentukan siapa yang jadi "best fans" orang yang benar-benar memahami band itu
FANS DAN FANTASY
bisakah kamu cerita bagaimana label membuat wall antara band dan fans nya?
no photos, no recording, no talking to the band. menjaga fantasy adalah prioritas utama. kalo ga ada fantasy, band itu ga akan pernah bisa jadi besar. kalo mereka bicara dengan fans nya, dan fans nya tau kalo idola mereka ini kerja di shift malem convenient store seven eleven, makan ramen dan main judi pachinko, maka image "vampir prancis luar angkasa bisexual abad ke-17" nya akan berantakan
apa lagi yang dilakukan label untuk mendapat keuntungan lebih?
yang utama adalah segala sesuatu tentang "limited-edition" one-time-only press. dan ini ngga hanya terjadi di scene visual, semua pop scene jepang melakukannya. seperti contohnya " ini kami mengeluarkan photo set terbatas, hanya 300 kopi, dan kita ga akan pernah ngejualnya lagi! hanya hari ini!!. kadang dilengkapi dengan bonus CD yang isinya pesan dari band untuk fans nya
inget Velvet Eden? ratu dengan sayap kelelawar 4 feet dan kuku vampir sepanjang kaki. dia sekarang bekerja di FREEWILL records sebagai graphic designer. ak inget dulu pernah terkejut melihat dia kerena pake rok yang sangat pendek, kemaluannya menonjol keluar. ini hal yang aneh, karena seharusnya visual band itu ga punya gender, mereka bukan pria atau wanita. ide awalnya adalah menciptakan band yang diisi oleh makhluk2 magis, mereka ngga berada di alam yang sama dengan fans. mereka ga punya tanggungan hidup, ga punya pacar, orang tua, ga punya van yang bau. fans ga mau memikirkan tentang itu! mereka ingin impian ( bukan wanita ataupun pria ) fairy-tale. dan juga bukan soal permainan gitar yang melulu main di mode lydian
PESTA
bisa cerita tentang after-parties nya gimana?
tentu, ada dua jenis pesta yang berbeda, publik parties dan industy parties. pertama ak akan cerita soal publik parties dulu. jadi kamu punya sebuah band, biasanya sedang dalam tour. kelelahan. setelah show yang besar, dimana ada banyak fans yang dateng, mereka akan menyewa sebuah tempat ( biasanya yang dipunyai "family" orang yg dikenal orang dalam. jadi bisa sewa dengan lebih murah) dan mereka mengundang fans2 tertentu yang "ngga berbahaya"
hahaha bagaimana mereka tau?
percayalah mereka tahu. biasanya didasarkan dari obrolan2 sesama member tentang fans saat mereka sedang suntuk "siapa yang punya fans paling gila, paling aneh, dll ". bisa juga didasarkan dari kuisioner yang disebarkan kepada fans saat show. pokoknya mereka tahu lah! khususnya karena pada awal karir mereka hanya punya sedikit fans, mereka sampe hafal namanya
jadi setelah band menjadi besar, "fans original" ini selalu diikut sertakan ke dalam parties? sebagai tanda terimakasih karena membantu band ini mendapatkan apa yng mereka inginkan?
justru sebaliknya!! sebenarnya "original fans" inilah yang paling berbahaya. mereka ingin "melindungi" band dari fans2 baru, yang faktanya adalah orang-orang yang menghasilkan uang untuk label! dan inilah momen saat "original fans" biasanya menjadi sangat agresif, berantem, email flamming, smacking faces. hal-hal yang tidak ingin kamu temui saat after-parties. nantinya fans-fans yang diundang akan membayar pestanya
maksudmu membayar makan minum?
oh bukan, mereka membayar ke label untuk bisa berada di ruang yang sama dengan band. karena itulah kita bikin pesta! untuk mendapatkan uang tambahan dari fans. harganya sama kaya bayar tiket konser, atau paling tidak $40 $50. nantinya band member akan memisah di setiap sudut ruangan dengan pembatas berupa kaca. biasanya fans ada di main room jadi mereka bisa melihat idolanya makan! atau minum! dan setiap 10 menit seorang dari label akan menunjuk salah satu fans yang "safe" atau paling ngga tidak berbahaya untuk masuk ke ruangan member band, dan bilang OK ini giliranmu, silahkan masuk dan makan bersama sebentar
berbahaya bagaimana?
merobek baju! atau hilang kesadaran, pingsan....
hindari yang pingsan, OK
benar. jadi kalo kamu berlaku sopan, kamu bisa ngobrol dengan band untuk 5 atau 10 menit, kaya' kalo di amerika istilahnya apa?
meet and greet?
iya, sama seperti meet and greet, bedanya disini semua mabuk dan waktu menunjukan pukul 5 pagi. dan ini berlangsung sampe sekitar pukul 6 pagi. kemudian setelah semuanya selese, angota band akan meminta nomer telepon fans2 tertentu
untuk diajak bercinta?
ngga, kalo kamu dapet nomer teleponnya, maka dia akan datang ke setiap gigs, beli setiap album, karena dia pikir member band itu menyukainya
wew, itu bener2 trik yang scientific
jaman sekarang mereka bertukar email, tapi tetap saja sebenarnya semua soal kepentingan bisnis. mereka akan mengirim email ke fans itu supaya datang ke shows. jadi inilah yang disebut public parties
dan private party nya?
tentu saja tanpa fans! yang ada hanya bands, mungkin beberapa dari band lain yang satu label, tapi kebanyakan businessman, orang industri, dan gadis2 sexy
kupikir tadi km bilang tanpa fans?
mereka ini prostitute, mereka diajak ikut untuk menghibur, seperti sebuah pabrik yang sedang merawat mesinnya. ini bukan hanya soal seks, mereka harus menghidupkan pesta dengan komentar-komentar yang lucu. ini penting karena ak sebelumnya ga pernah melihat member band terlihat begitu lelah dan bosan seperti yang ada di industri visual ini. dan mereka ga bisa keluar sebelum pukul 6 pagi, kalo kamu menghindar, itu bakal dianggap sebagai tindakan yang melawan label. jadi prostitute ini membuat mereka jadi tahan berada di dalam. setelah pesta mereka bisa having sex kalo mau. tapi melihat betapa lelah dan bosannya tampang mereka. ak ragu kalo mereka sering melakukannya!
BAND MEMBERS
anak-anak band sebenarnya siapa mereka?
mereka sangat muda saat pertama kali bergabung, 17-18 tahun, karena ga akan ada orang yang berpengalaman dalam industri musik akan tanda tangan kontrak dengan label visual! tipikal orangnya adalah berandalan, drop-out, meski ga semuanya seperti itu, tapi yang jelas mereka berasal dari keluarga miskin atau working class. mereka ga harus suka visual / glam, tapi mereka benar-benar suka rock n roll, dan berpikir kalo menjadi rockstar itu menyenangkan
apakah ada anak yang kaget atau keberatan setelah mengetahui persyaratannya: lipstik, cium2an, dll. apakah ada yg bilang "sek bentar boss, temen2 genk motor saya bakal ngejek nih"
ngga, sebelum tanda tangan kontrak, mereka dah tau apa yang bakal mereka lakukan. biasanya mereka ga langsung masuk terus bikin band. mereka memulainya sebagai roadie dulu, dan saat dia udah cukup banyak melihat band2 tampil, dapet banyak pengalaman, maka label akan mempromosikannya sebagai "member band dari band baru" dan kalau band nya ga sukses, dia akan keluar, pindah band, atau bekerja untuk label dengan pekerjaan yang berbeda. mereka lebih cocok disebut sebagai pegawai perusaaan label biasa, yang bekerja melakukan apapun yang mereka bisa untuk membantu label
MEMBUAT BAND
bisa cerita gimana proses pembuatan sebuah band?
biasanya mereka melakukan perburuan. pemilik label akan memilih member paling berbakat dari 3 atau 4 band yang ga jelas juntrungan, ato nasibnya, meyakinkan mereka dengan bilang "band mu ga akan berkembang, keluar aja, kamu satu-satunya yang punya talent disini, gabung aja ke label ku dan akan kubuatkan band yang sebenarnya!" anak band itu bisa aja menolak, dan ngga akan diapa-apain, ga kaya' di film mafia. tapi sering juga si "pemburu" itu tiba-tiba ditengah jalan dicegat member band yang lain sambil bilang "jangan macam-macam dengan vokalis kami!" *POW* *BRAKK*
praktek perburuan member band ini juga yang jadi alasan kenapa begitu banyak band-band kecil yang gonta-ganti personel atau tiba-tiba aja bubar, pada level ini mereka benar-benar belum stabil. ak bisa bikin contoh: DIR EN GREY awalnya dibentuk dari LA:SADIES, kisaki dari osaka mendapat telepon dari label yang bilang "kita butuh kamu untuk band yang lebih besar" kisaki percaya dengan head-hunter itu dan keluar dari la:sadies. jadi yang biasa terjadi bukan para anggota band kumpul terus bilang "ayo kita bikin grup" tapi lebih ke: label ingin membuat band baru dan anggota band bilang OK
jadi biasanya produser bikin konsep dulu terus mencari orang yang cocok untuk mengisi konsep itu?
ngga, biasanya dia dapet musisi terbaik ( dilihat dari popularitas, bukan skill ) dulu baru konsepnya menyusul. kadang-kadang kalo member band yang bersangkutan sudah berpengalaman, dia juga akan ikut membuat konsepnya
btw apa konsep buat band nama-perancis??... l'arc en ciel??
musik dari langit, sesuatu yang light, ethereal, cloudy kind of music. tentu saja sekarang udah ngga, tapi dulu di awal karir mereka semua berbaju putih. beberapa band bahkan sama sekali ga perlu konsep!
hah?
mereka ga butuh konsep original kalo mereka ada di "roadie chain"
maksudnya?
"roadie chain adalah fenomena lain di dunia visual kei, ini salah satu contohnya: KUROYUME adalah sebuah band, beberapa roadie nya membentuk dir en grey yang punya image yang sama. dan roadie DIR EN GREY membentuk band the gazette dan sadie. contoh lain MALICE MIZER punya roadie bernama kamijo, satu tahun kemudian di bikin band sendiri yang bernama LAREINE yang terlihat dan punya musik yang hampir sama dengan malice mizer. kemudian dia membuat label rekaman sendiri bernama ARTIST'S SOCIETY, dan semuanya terdengar seperti malice mizer ( karena dia adalah produsernya, dia yang bikin semua lagunya! )
semuanya bekerja bagaikan mesin fotokopi ( ak percaya inilah alasan stagnansi kreatifitas, semuanya dah mentok di awal 2000, it's all finished )
jadi sekarang kita punya anak2 jalanan, pencari ( pemburu ) bakat, kita beri mereka gitar, kita buatkan konsep, tinggal kontrak!?
pertama-tama, kadang-kadang yang namanya kontrak itu ngga ada, ngga ada yang tertulis, sama seperti di dunia kejahatan, kita ngga tanda tangan diatas surat yang isinya "aku akan bayar hari selasa untuk 4 kilo heroin yang ak beli sekarang" semuanya ga dituangkan di dalam kertas, ngga perlu. kalo ada yang melanggar, siapa aja di industri ini akan tau, dan yang bersangkutan akan masuk blacklist dan ga bisa lagi berurusan di industri yg sama
pelanggarannya berupa apa?
bicara buruk tentang label kepada publik, atau tentang boss!, atau selingkuh dengan pacar boss, ngga tepat waktu, melewatkan acara promosi, meminta royalti, ngotot meminta uang. aturan pertama kamu harus flexibel, dan kedua, jangan banyak tanya
jadi mereka ga dapet duit dari lagu, tapi apa mereka dapet dari live show ato merchandise?
anggota band dapat fasilitas makanan, transportasi, baju panggung. kadang2 ada big-flat yang disewakan untuk mereka, ada juga apartemen 2 kamar yang ditempati sampai 12 orang. untuk urusan uang, band indie ga dapet. mereka dijanjikan akan mendapat uang kalo mereka dapet kontrak major, dan meskipun nantinya mereka dapet kontrak itu, tetep aja mereka ga dapet uang banyak kecuali kalo mereka bener2 band besar. low-rank major band dapet 100.000 yen per bulan ( sekitar Rp.10.000.000,- UMR nya jepang tho? CMIIW ) km bisa dapet uang lebih kalo kerja di 7/11 ( kalo di indonesia mungkin kita bisa ketemu member2 band melayu kerja di indomaret )
keutungan dari live show dibagi ke label dan live houses, keuntungan dari t-shirt jtahnya masuk ke label dan clothing co, label ga akan memasukan member band ke dalam hitung2an pembagian uang
wah pasti berat untuk mereka ya
karena label lah yang telah mengatur hidupmu, mereka adalah keluargamu, butuh bertahun-tahun dan uang yg ngga sedikit buat membuat fan-base. ini adalah investasi yang besar = radio spot, photo shoots, artikel majalah, baju, sewa studio, dll. jadi paling ngga satu-satunya hal yang bisa km lakukan untuk membalas jasa baik mereka adalah dengan tetap anteng dan ngga banyak protes!
kalo band ngga juga menghasilkan uang, berapa lama sampe akhirnya label memutuskan untuk membubarkan mereka?
tergantung, lagipula label selalu butuh band-band kecil untuk menjadi roadies band-band yang lebih besar, jadi memang ada band-band tertentu yang dirancang untuk menjadi band kecil
, itu adalah peran yang dipilihkan oleh family, mereka tetap dipertahankan meskipun menghasilkan sedikit uang. beberapa band lain memang dirancang untuk menjadi besar. tujuan utama nya adalah untuk menjual mereka ke major label
tujuan utamanya untuk dijual ke major label?
ya itu tujuan utamanya! itu adalah sumber keuntungan terbesar dari label!!
bisa dijelaskan?
ngga seperti di barat, dimana sebuah band meninggalkan indie labelnya dan mengikat kontrak dengan warner brothers, atau apalah. disini indie label hanya menjual license atau ijin kepada major untuk merilis satu atau dua album dari band yang bersangkutan, jadi label indie itu masih memiliki band nya, mereka masih me-manage band ini, tapi mereka mendapatkan major advertising dan major distribution! mereka dapet duitnya dimuka, jadi semua resiko kemudian ditanggung oleh major label. meskipun mereka juga tentunya ikut ambil peran di biaya promosi tapi secara penjualannya hampir dipastikan naik. mereka tetap setuju it's worth it!
hmm aku ga pernah mikir sampe ke situ
ya mungkin karena itulah sampe sekarang kamu masih miskin ( lol )
bagaimana kalau band yang sukses itu ingin keluar?
kamu bisa mendapatkan masalah besar kalo itu terjadi
karena keluar?
ya, masalah yang kamu dapatkan bisa berupa di-blacklist oleh industri, atau bisa juga kamu benar-benar diserang oleh tukang pukul label. blacklisting nya bisa sampai bertahun-tahun, kamu ga bisa melakukan gigs meskipun pake nama yang lain!. tapi kalo band yang keluar itu bukan band yang sukses maka itu ngga terlalu dipermasalahkan. penyerangan terhadap member-band ini hanya terjadi di indie scene, band - band major ga mungkin mengalaminya
ok katakanlah kamu menjalankan sebual label kecil dibawah naungan FREEWILL atau extacy, dan diumpamakan sekarang tahun 90 an, berapa band yang bisa sukses? ak ngga bilang soal mereka sampai ke major label, cukup sampai break-even aja, sampai mereka diperbolehkan bikin album selanjutnya
kalo dulu 1 dari 10, sekarang 1 dari 30!! ( pantesan perasaan band baru tambah banyak aja )
BAND LIFESTYLE
aturan utamanya kamu ga boleh punya pacar. kalo band member punya pacar mereka akan punya waktu yang lebih sedikit untuk label, dan juga sang pacar itu akan menggosipkan rahasia-rahasia kepada fans-fans yang lain. selain itu fans yang belum pernah having sex dengan mu adalah fans yang akan terus datang ke live show mu, biasanya kalau kamu udah have sex, mereka akan berhenti datang, semuanya akan berakhir. ini adalah sistem yang sama dengan host clubs
band member tinggal di wilayah tertutup milik perusahaan, karena mereka ga punya uang biasanya mereka ga punya apartemen sendiri, kadang-kadang ada beberapa band yang tinggal bersama-sama di satu tempat. bahkan pada label yang kecil, rumah pemilik label diisi oleh anak2 band yang tidur di lantainya! tapi itu jarang terjadi, dan agak berlebihan, standarnya si 2 orang dari band yang sama berbagi satu apartemen jelek
ok jadi mereka tinggal di apartemen yang sumpek, ga punya uang, apakah mereka diperbolehkan bekerja sampingan?
boleh, tapi biasanya mereka ga punya waktu
di amerika biasanya band melakukan world tour untuk promosi album, kemudian bekerja seperti biasa di sisa tahun itu, sampai mereka berencana merekam album selanjutnya, bagaimana dengan..
ngga, mereka tetap dibuat sibuk selamanya, karena ngga kaya' di amerika, di sini 90% band dibentuk tahun ini juga! mereka perlu benar2 dipromosikan, mereka terus membuat band-band baru, para fans butuh sesuatu yang baru. lagipula kenapa juga sebuah band hanya merilis satu album setahun? itu ga masuk akal
jadi alternatif nya adalah? 3 album setahun? bukankah akan terlalu susah untuk sang produser yang membuat semua lagu untuk 10 band itu?
ngga ngga, kenapa juga kita harus menjual 1 album kalo kita bisa menjual 6 maxi singles dengan masing-masing 2 lagu, kamu bisa menjualnya sepanjang tahun dengan harga 1.500 yen, dan kemudian di akhir tahun semuanya dirilis ulang dengan beberapa filler tracks, itu baru yang disebut full album! kamu menjual masing-masing lagunya dua kali, dan mendapatkan keuntungan 4 kali lipat!
apa itu maxi single?
single biasa isinya 2 lagu, sedangkan maxi single berisi 2 lagu plus sebuah SE atau sound effect, sesuatu yang ga kamu dapatkan dalam album
apa tuh sound effect?
sebuah intro! dan kalo saya bilang intro, maksud saya adalah general MIDI string sound di keyboard yang panjangnya cukup 4 bar dan tentu saja kamu bisa menjual maxi ini berkali-kali, yang pertama dengan photo member band, yang lain dengan bonus CD berisi komentar dari band, dan kesempatan yang lain dengan commemorative sweatband
wow
ya, fenomena ini adalah sesuatu yang istimewa di dunia visual kei, kami menyebutnya dengan "sindrom 1.500" kalo kamu mematok harga 1.500 maka barng yang kamu jual itu bisa dijual berkali-kali
wah kalian memanfaatkan emosi para fangirl!, mereka tahu kalo mereka bisa mendapatkan semua lagunya di album yang akan dikeluarkan nanti, tapi mereka tetap membeli semua rilisan yang mahal itu untuk berkompetisi dengan fans yang lain, dan untuk menarik perhatian para member band!
ya, konsekuensi dari itu adalah para member band itu jadi super sibuk, mempersiapkan rilisan dan juga gigs. ada banyak cerita tentang anggota band yang menjadi prostitute, bagi label hal itu ngga jadi masalah karena sama sekali ga menggunakan uang perusahaan, yang penting mereka ga telat datang ke kantor!
tapi mereka ngga memakai nama rock mereka?
tentunya ngga!! mereka bahkan merubah penampilannya
apa lagi yang dilakukan anak band yang ga punya duit ini?
judi, main pachinko, tricking the machine? apa istilahnya? main curang? tanpa ijasah sma atau gelar diploma mereka memang ga punya banyak pilihan, ada juga beberapa yang kerja shift malam di convenient store
kalo mereka dapet duit banyak dari prostitusi itu mereka kemudian akan keluar?
ngga, keingingan untuk terkenal jauh melebihi kebutuhan akan uang, mereka suka hidup di dunia showbiz, berada di panggung
kamu pernah keluar bareng mereka? offstage
ya!
so mereka kelihatan bagaimana? selain lelah
( laughs )
apakah mereka pake jaket satin?
biasanya ada satu member band yang benar-benar fanatik dengan scene ini dan selalu berdandan glam / goth. tapi yang lain biasanya memakai sneaker dan celana biasa. sebenarnya tergantung labelnya juga
apakah pemilik label atau produser punya barang-barang mewah?
tentu saja! minimal mobil dan rumah bagus, tapi itu hanya berlaku bagi "the big guys", produsernya kebanyakan tinggal di apartemen yang jelek, mereka terkadang dipermainkan oleh perusahaan
oiya saya ingin menambahkan, visual bands, saat mereka baru saja mulai biasanya memakai kostum dan rambut yang heboh, tapi biasanya bukan itu yg mereka inginkan. mereka hanya ingin jadi terkenal dan main musik rock, dandanan mereka terasa sebagai beban, begitu mereka menjadi sukses mereka akan melepaskan semuanya. mereka ingin orang-orang menghargai musiknya, bukan hanya penampilan
source: Tokyo Damage Report
yang jadi tanda tanya besar, apa dulu si hide tuh korban kelakuan mafioso yah?


wah, ternyata mental yakuza juga sampe ke industri musik jepang ya, hehehe, sangar ik
ReplyDeletekaya baca teori konspirasi tapi dengan level menengah, memanfaatkan fanatisme dan kebodohan, lol, sudah filing nih, semuanya seperti terstruktur dengan sangat baik oleh trio mafioso itu..
nice post gil
artikel aslinya kalo ga salah di link-in ke forum jrockrevolution punya si yoshiki LOL
ReplyDeletemasih inget waktu dulu yoshiki gabung ke globe sebentar? kaya'nya ada sesuatu ya, secara 2 produser kelas kakap tetsuya komuro + yoshiki gabung di 1 band. mungkin pengen menyatukan extasy ama avex lol, biar tambah monopoli
jhonny's jimusho + avex ak yakin juga sama-sama mafia di dunia musik jepang, trik-trik nya mirip, secara target mereka sama ama target VK an = abg labil ^__^
La sepertinya si emang produser kelas kakap itu kena kasus juga kan?
ReplyDeletekalo gak salah sama2 penggelapan uang,
cuman dulu mungkin gak disetujui ama Max Matsuura (eyangnya avex bukan nih?) jadinya proses merger gak berhasil, begitu juga dengan Johnny Kitagawa (JE) dan Tsunku (banci HP), lol, mereka mafia di bidangnya masing2 kali ya,
hehehe, boleh dibilang, avex ngincer pemirsa dengan range usia 20-30
sementara JE/HP range 10-19,
JE untuk para cewe
HP untuk para cowo
sudah ada klasifikasinya kek gitu ya, ntar kalo udah dewasa, pindahlah ke avex para pemirsanya itu.. wkwkwkwkwk,
kalo JE ama HP si trik menggaetnya pake audisi, cuman setauku si, lebih normal HP, soalnya kalo JE itu bisa pake 'cara belakang' (lol, bukan di sodomi ama om Joni ya) tapi kalo misal gak lolos jadi bintang utama, ya bisalah merintis karir dari penari latar dulu. Tapi kalo di HP kan gak ada tuh ceritanya penari latar, adanya juga Trainee, tapi yang ini kebanyakan gagal, gak tiap tahun ada idol grup yang diorbitin ama Tsunku.
trus yang underrated macam AKB48 (lupa produsernya siapa), itu keknya mafioso wanita distrik akihabara, HP gak boleh maen kesana, wkwkwkwkwkw (ini totally ngarang). atau GIZA Records, tempatnya aya kamiki, dan bisa dibilang artisnya lebih bisa nyanyi, lol. Tapi keknya si Aya Kamiki ini juga pindah label ya?
Jadi kalo boleh dibilang, mafioso musik Jepang itu bisa nambah jadi :
Max Matsuura
Johnny Kitagawa
Tsunku
yang laen masi merintis karir menjadi penerus, lol
trus yg normal tu sepertinya label2 global macam Sony, EMI, JVC ya?
CMIIW
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletegk nyangka, pdhal aku sempet respect lho sm yoshiki :o :hammer
ReplyDeleteahahaha
ah..,ini kyknya disindir di manga/anime BECK, ada tokoh yg namanya ran-san, persis bgt klakuannya, yg bkin BECK gk bisa tampil di live house, gk ada major label yg nglirik, tp pd akhirnya kbaikan yg menang, hehehe
wwwww emang ada-ada aja cara buat cari duitnya. aku bingung meh komen opo, ga gt kaget juga sih bacanya XD.
ReplyDeleteaku pernah dicritain ama temen (orang Jepang) kalo si fans bisa bayar sejumlah uang kalo mau bobo ama si artis. artist A berapa yen, artis B berapa yen, >_____<;;
semuanya sama kog. di amerika,,, indonesia juga... aku punya data lengkap tentang ini (integrasi vertikal, integrasi horizontal perusahaan) dari bukunya david croteau.
ReplyDelete@kisei : gak bisa disamain dong, jepang kan negara maju, indo masi berkembang
ReplyDeletejelas2 strukturnya berbeda, secara logika si gitu, gak tau deh secara data atau teori perusahaan gimana, toh ini juga didukung kultur suatu negara kan,
kalo masalah kesamaan si mungkin dalam hal monopoli, tapi kalo trik2nya mungkin di indo gak gitu terasa, kecuali menjual dramatisasi lewat acara2 gak mutu di tipi, hehehe
@kisei
ReplyDeletemaksudnya sama gimana ya?
setauku si indie label di indonesia normal2 aja, ga saling terkait satu sama lain sampai ke tingkat nasional gitu.
apa ada sistem indie label di sini yang bisa memonopoli satu genre tertentu ( apalah, punk, electro, dsb ) sampe tingkat nasional?
kalo cuma integrasi vertikal horizontal perusahaan ya jelaslah di semua bidang juga ada. itu kan sekedar koneksi /link antar perusahaan, kalo ga gitu darimana mereka mau dapet orderan
CMIIW
itu genre melayu, apa satu label semua ya?
ReplyDeletetrus monopoli dalam hal pendistribusian, yg label besar jor-joran banget
sedang yg indie boro2 sampe ke toko cd DT itu,
trus monopoli dalam promosi, branding dan apalah itu, di tipi2 kan dieksploitasi besar2an,
ya tetap aja bedanya, belum sampe level yakuzaisme, masih preman pasar nih, wkwkwkwkwkwk
CMIIW
hehehe,ane cugira produser-nya yg sama, kyk kasus di-atas, 1 produser nanganin sampe 10 band, abis lagunya melayu tema-nya sama smua, damn kyknya era 90-an lbih berwarna daripada sekarang
ReplyDeletemafioso melayu yg nguasain tipi2 gan, sampe2 inpoten-men jg nge-ekspos n ngobral simpati, kyk ngangkat cerita2 masa susah ato perjuangan sang pokalis
tp dlu ane pernah dapet albumnya mocca di toko kaset pinggiran kota, gk nyangka bgt, pdhal indie, tp bisa nyampe ke desa lhoh
trus pernah dapet jg the brandals, eh tp wktu tu mreka udah major kyknya
duh klo ada kata2 yg gk berkenan, ane :ngacir2 dlu dah
wuah panjang bener, mangstab gans.....krna ga gt mudeng ttg scene music VK, ngomen soal mafianya aja
ReplyDeletehehehe krasa banget aroma mafia, ky yg uda dibilang ky di film godfellas, scarface..
"jadi memang ada band-band tertentu yang dirancang untuk menjadi band kecil"
bener2 mengingatkan akan peran al pacino di film donnie brasco dan de niro di film godfellas.. mereka dirancang buat menjadi -smalltimer- selamanya terutama si pacino dlm donnie brasco, sdgkn de niro yah walopun ga bs dblg sbg smalltimer tp dy g bkl dpt "mobs license" hanya krn gag memenuhi 1 syarat mutlak: not an italian.
hooh sehebat apapun mafia irlandia tetep harus tunduk sama darah murni italiano sejati XD kumpulan madeguy!
ReplyDeleteseriously harusnya cerita visual kei ini dibikin film mafia ama martin scorsese
terutama bagian hide yang sedang di puncak karir solo nya, labelnya lagi banyak band naik daun, tiba-tiba aja "bunuh diri" secara tidak wajar, polisi menyatakannya sebagai kecelakaan, ga ada yg tertangkap, semuanya rapi. nice lah!
dan saya cuma ngabsen aja di kolom komen ini, karena saya sama sekali gak ngerti apa yang kalian -anak2 muda, ehm ehem...- bicarakan
ReplyDeleteYa ampun... keren banget!
ReplyDeleteSempet kepikiran hal kaya gini juga sih... kalo visual kei ngga lebih dari sebuah bisnis raksasa melibatkan mafia.. Hehehehe...
Walo di awal udah tertulis "....artikel berisi wawancara dengan seorang yang bekerja di label rekaman visual kei di Tokyo Damage Report, sebuah artikel yang cukup mengejutkan, dan ga bisa dipertanggung jawabkan kadar kebenarannya ( rule#1 jangan pernah percaya 100% info yg didapat di internet, termasuk blog ini )..." tapi... masuk akal banget sih apa2 yang tertulis di sini. Hehehehe~
-brian-
Ah, ya!! Soal hide juga masi tanda tanya tuh sampe sekarang... Sebelum ditemukan tewas di apartemennya denger2 dia sempet wawancara tentang project2 dia ke depannya. Keliatan optimis banget deh... Sama sekali ngga kaya orang yang udah desperet dengan hidupnya dan mau bunuh diri gitu (seperti yang diyakini sebagian fans). Kalo kecelakaan? Hemmm.. kayanya kok aneh juga.. (denger2) lehernya kelilit anduk sampe keabisan napas trus meninggal. (denger-denger lagi) dia mabuk berat malem itu...
ReplyDeleteWell, apapun bisa terjadi kala kita lagi mabok.. Tapi... kelilit anduk sendiri???
Hehehehe....
Cocok dibuat film nih gan :D
ReplyDeletethx dah mampir :p
ReplyDeleteiya anggep aja sebagai referensi, kalo yg masuk akal y anggep aja bener, yg ga masuk akal anggep aja sbg hiburan XD
soal hide dulu juga pernah ada yg nyebutin kalo dia suka ngelilitin anduk ke lehernya, buat latihan soalnya dia suka main gitar sambil nyanyi, nah waktu itu dia latihan sambil mabok jadinya kejerat beneran.... <== teori yg aneh hehehe
Hehehehhe..
ReplyDeletebener-bener teori yang aneh... Anduknya sepanjang apa ya, bisa mematikan gitu?
Eh, tapi yang saya tau dia meninggalnya bukan pas latian sambil mabok kok.. Abis dari mana gitu... dia pulang ke apartemen dalam kondisi mabok. Trus kalo ngga salah bawa temen cewe juga. Si Temen Cewe itu keluar bentar, balik-balik hide udah kejerat anduk..
Wah, setuju.. Seru nih kalo dibikin pilem...
ahh cowok cantik memegang mawar, Kamijo buangett hahahax
ReplyDeleteuntunglah masih grepe2 perut, daripada ngobel2 pantat LOL
maksud loe cocok buat remaja gitu biar mereka ngikutin trend suicide gitu ck ck ck
"vampir prancis luar angkasa bisexual abad ke-17"
duh ini siapa yah?!
tapi kan Idola juga manusia :p
intinya semuanya duid mas
yg disebut apa tuh, big boss, 'family' gada yg salah kan wlopun memang klo dipikir2 wow amazed banget cara2nya
kya'nya gw juga akan bgitu deh, buat ngeraup keuntungan yah dengan sarat si korban deal sama terms & agreements yg saya buat >:)
kan juga knapa tuh pemuda2 pada mau yg namanya jadi Idol hehehe
mata gw cape bacanya dr atas sampe bawah XD~
^setuju ma yang di atas ini XD
ReplyDeleteeverybody hepi kok, bosnya kaya raya, band2nya ngetop jadi idola, fangirlsnya juga diporotin nyantai aja =P
tapi ga setuju kalo pake dikait2kan ma kematian hide, yang hacchan liat sih itu kesimpulan pembaca sendiri kan, yang diomongin di wawancara itu ga "seganas" itu sebenernya, walo garis besarnya sih bener juga =P heran juga baca2 komen2 di Tokyo Damage Report bisa pada heboh banget gitu nanggepinnya hahaha
"rule#1 jangan pernah percaya 100% info yg didapat di internet, termasuk blog ini " <<like this huahahaha
btw JRR bukan punya Yoshiki lhoo.. memang dulunya Yoshiki yang mencetuskan JRR Festival, tapi organisasi JRR yang sekarang udah lepas dari campur tangan Yoshiki. tapi toh tetep aja kalopun Yo tau tentang ini hc kira juga dia ga ambil pusing XD
klo ak pribadi setelah baca wawancara itu malah jadi ngefans ma yoshiki hehehe soalnya orangnya smart banget, ga cuma jago bikin musik tapi juga jago memasarkannya, sama kaya' bill gates lah, jago bikin software sekaligus bisa memonopoli dunia dengan os bikinannya
ReplyDeleteak ga bermaksud menuduh yoshiki bunuh hide, cuma berkhayal aja, kalo bener gitu bagus banget tuh, bagus buat dijadiin film v(^_^), mirip film godfellas / casino
anyway thx for visiting :p
oh gitu, oke deh, ngerti. abis komen2 yang di TDR kaya bilang, "kalo semua yang diomongin itu bener, jangan2 ada 'sesuatu' dibalik kematian hide" - jadi kebawa2 ke sini =P ga terlalu suka kalo masi pada ngungkit2 kematian hide gitu, mbok udah deh biarlah dia beristirahat dengan tenang ya ga sih =P tapi kalo mau dibikin film ga masalah juga sih, orang pastinya juga pada udah tau kalo yang di film cuma fiksi ^_~
ReplyDeletehore ada yang ngefans ma Yoshiki XD
saya juga fan Yoshiki (kalo ga mau dibilang fangirl- soalnya kalo dah fangirl mode on jadi buta banget sebagaimana fangirl lainnya huahahaha) dan gara2 artikel ini juga jadi makin salut ngeliat gimana dia memulai semuanya dari nol hingga sampe sebesar sekarang.
hahaha yg d tdr emang komen nya ganas2 XD
ReplyDeletebtw kok bisa nyampe nyasar ke blog ini? tau darimana?
dari fb =D
ReplyDeleteSky ngelink blog ini ke wall-nya Ruly, kebetulan mereka berdua teman saya =P
ikut komen yah ...
ReplyDeleteane baru tau visual kei baru2 ini. yaitu di akhir tahun 2009 setelah mengenal X Japan. dari pas pertama kali liat, ane langsung ke jatuh hati ama ini band terutama ama doi (Alm. Hide). dari situ ane mulai cari tau sana-sini tentang X Japan, Hide dan Visual Kei. Dari awal tau tentang kematiannya Hide, memang agak aneh juga tentang berita kematiannya. dan pernah sesekali nyangka kalo kematiannya itu bukan bunuh diri atau apalah seperti yang diberitakan, melainkan di bunuh oleh seorang oknum.
hide kan dah besar namanya,jadi ga mungkin "mereka" ato yoshiki sengaja melenyapkan hide...malah kalo hide ada mereka kan yang untung,apalagi yoshiki and hide berencana mo buat X JAPAN baru tahun 2000..jadi ga mungkin ada konspirasi seperti itu...kalo mau konspirasi ya seperti di film2 bunuh big bossnya yaitu yoshiki.....lagian kalo yoshiki yang bunuh masa ampe 10 tahun dia ga mau megang drum gara2 shock atas kematian hide dan akhirnya reunite X JAPAN...kalo orang biasa paling 1-3 tahun....
ReplyDeleteiya ane juga dah pernah baca itu koq.
ReplyDeleteane juga respect ama yoshiki.
tapi perasangka buruk ane itu muncul karena penyebab kematian Hide yang aneh dan gak jelas sampe skarang ini. dan ane gak pernah nuduh Yoshiki atau anggota X Japan yang bunuh koq. cuma terkadang klo inget ma kematian hide, suka ga percaya Hide tuh meninggal karena sebab2 seperti itu. secara Hide dan Yoshiki mau buat second X Japan, dan ane juga pernah baca kalo hampir semua Lagu X Japan di buat ama Yoshiki. 90% klo ga salah (mohon dikoreksi) dan si Hide lah yang biasanya sering komentar tentang Lagu2'a si Yoshiki. makanya Yoshiki merasa sangat kehilangan dan Yoshiki pernah vacum dalam dunia musik bermain drum karena Meninggalnya Hide kan ?
@suikoden4ever
ReplyDeleteklo di film mafia, cerita si big boss ngebunuh tangan kanan ato orang kepercayaannya udah lumrah, malah wajib :p ky sonny black bunuh lefty ( godfellas ) michael corleone bunuh fredo adiknya sendiri ( godfather ) tony montana bunuh manny ribera ( scarface ) dll
cerita yoshiki ga mau pegang drum selama 10 tahun kan dia sendiri yang bilang, dan kita juga tentu tau karakternya yoshiki emang drama queen gitu :p mana kita tau kalo ternyata selama ini dia tetep aja latihan ngedrum
kalo dinalar emang ga mungkin hide dilenyapkan karena ada proyek bikin x japan baru itu, sama ga nalarnya ama keputusan hide buat bunuh diri disaat solo karirnya lagi sukses n punya proyek baru itu. sama-sama ga masuk akal lah^^ ini kan yg membuat banyak orang bertanya2
@oemar
iya kalo ga salah inget, yang suka ngasi masukan buat aransemen lagu nya x japan emang si hide sama taiji
AAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!
ReplyDeletewaks, diskusinya berlanjut =D
ReplyDeletePersonally, hacchan lebih milih versi Taiji (soal meninggalnya hide) dari buku Taiji "X no Sei to Shi". Taiji bilang kalau hide (atau anak2 band umumnya pada masa itu) punya kebiasaan ngiket lehernya pake handuk sehabis tampil/konser buat ngilangin pegal2 ato semacamnya. Jadi kemungkinan waktu itu niatnya hide mo ngilangin pegel seperti biasanya, tapi berhubung dianya sendiri mabok trus kepleset ato gimana yang ujung2nya handuknya nyangkut di knop pintu (dan karena mabok juga) hide ga bisa ngeleps handuknya ataupun menyingkir dari pintu sampe akhirnya meninggal. Dari situ juga jadi ada ksimpulan kalo meninggalnya hide karena kecelakaan, kaya yang dibilang polisi juga. Hacchan pernah liat gambaran "posisinya" hide waktu itu -kalo menurut hc sih masuk akal juga (terlepas dari pertimbangan apakah pernyataan hacchan ini subjektif atau objektif -lol)
Sementara hacchan juga pernah baca interviewnya Kiyoshi (dari hide with Spread Beaver); dia bilang kalo malam sebelum hide meninggal, mereka (hide dan hide with Spread Beaver) tampil/rekaman untuk suatu TV Show (dan emang gitu kan, ada di video hide - hIS iNVINCIBLE dELUGE eVIDENCE kalo ga salah), trus abis selesai mereka pergi minum2. Waktu itu juga hide baru balik dari L.A dan masih jetlag, beberapa kali hide bilang kalo kepalanya sakit banget (tapi masih minum2 juga ^^; ) - singkat kata singkat cerita hide mabok, dan kalo mabok dia itu parah banget (besoknya kalo maboknya ilang ga inget sama sekali abis ngapain aja dll), tapi blom mau pulang dulu, walo akhirnya Kiyoshi liat hide pulang sendirian. Besoknya, bangun2 Kiyoshi ditelpon banyak orang termasuk Hiroshi (adiknya hide) yang bilang "ada sesuatu yang terjadi pada hide" dan "polisi ada di mana sekarang (di sekitar apartemen hide)".
Selebihnya Wallahu 'alam lah =P
Sekian dan terima kasih. ya ampun jadi panjang gini XD
wahh..
ReplyDeletesalut ma yang bikin artikel ini..
XD
kalo saya liat, band2 VisKei yang muncul belakangan ini, kebanyakan lebih mementingkan penampilannya daripada kemampuan atau skill mereka..
Sebelumnya, boleh tau selain dari Tokyo Damage Report, artikel ini merujuknya kemana ya?
ReplyDeletesoalnya ane baca, artikel yang dimuat banyak yang melebar jauh sampai kemana-mana daripada web rujukannya sendiri, sampai-sampai mengimajinasikan adanya sebuah konspirasi dibalik kematian sang legenda Visual kei, hide..
atau mungkin hanya prasangka-prasangka setelah membaca web itu yang kemudian disalurkan ke artikel ini dengan menggabunngkan antara rujukan dengan prasangka?
**gomen kalau menurut semua pertanyan ini oot**
bytheway...
kayaknya blog ini adalah "Tokyo Damage Report"nya versi Indonesia yah? (kalau dilihat dari desainnya, kayaknya terinspirasi banget sama Tokyo Damage Report - nice.....emang keren sih)
hanya saja lebih banyak pendapat individu daripada pembuktian (penelitian langsung), semacam artikel translasi dari Tokyo Damage Report!
lanjut ke artikel selanjutnya ~(XD
emang sih, kayaknya ada semacam rantai permasalahan yang membuat kita berfikir dan berprasangka sampai kemana-mana..
ReplyDeletemisalnya, hanya ada dua anggota band X Japan yang berani memberi kritikan pada lagu-lagu Yoshiki, selain itu Dua Musisi X Japan itu juga memiliki talenta dibidang bisnis permusikan dilihat dari pengalaman bermusik mereka sebelum era X!
tiba-tiba saja salah satunya keluar dari X karena alasan ketidak cocokan antara karakter musik sang leader dengan orang tersebut!
setelah orang tersebut keluar dari band, seakan hidupnya tiba-tiba saja menjadi sempit!
bisnis musiknya seakan tak laku dipasaran..
hingga akhirnya rival metal pada masa itu (Loudness) mengajak ex.Personil X ini bergabung, setidaknya dia bisa sedikit bernafas lega..
ditambah bisnisnya dengan Adik perempuannya juga mulai naik daun dikalangan penikmat musik ballads Jepang!
dan orang yang satunya, ketika dia hampir berada dipuncak kesuksesan (dengan Lemoned Plant.nya -a.k.a- label musik raksasa masa itu selain Extasy & Freewill), tiba-tiba saja menghilang dari dunia ini!
dan Bisnis labelnya itu tiba-tiba langsung merosot tajam dari saat Sang Creator (ex.X Japan) memegangnya!
seakan ada seorang oknum yang menghabisinya karena merasa tersaingi!
tapi ada mata rantai lain yang menyangkal itu semua!
***maaf.....***bersambung ya.....(tidak cukup waktu untuk menulisnya)***
td diatas disebutkan yg kurang lebihnya seperti ini:
ReplyDelete============================================================
"......bagaimana kalau band yang sukses itu ingin keluar?
kamu bisa mendapatkan masalah besar kalo itu terjadi
karena keluar?
ya, masalah yang kamu dapatkan bisa berupa di-blacklist oleh industri, atau bisa juga kamu benar-benar diserang oleh tukang pukul label. blacklisting nya bisa sampai bertahun-tahun, kamu ga bisa melakukan gigs meskipun pake nama yang lain!. tapi kalo band yang keluar itu bukan band yang sukses maka itu ngga terlalu dipermasalahkan. penyerangan terhadap member-band ini hanya terjadi di indie scene, band - band major ga mungkin mengalaminya..........."
=============================================================
Secara, pendapat (entah teori ataupun bukti) ini sedikit melenceng dari fakta yang ada?
karena Dir en grey yang pada awalnya seperti disebutkan diatas bahwa mereka berawal dari "nol", ketika Yoshiki merekomendasikan mereka kedalam "Free Will", dari Free Will inilah karir Dir en grey semakin melejit tajam.
Mereka beralih dari hanya sekedar band "katak" (lompat dari satu club ke club yang lain) menjadi band Resmi yang patut diacungi jempol dari segi kualitasnya!
Kemudian apa hubungannya dengan kutipan saya diatas?
Bukannya di puncak kesuksesan Dir en grey di jepang, tiba-tiba saja mereka keluar dari linkup "Free Will Family" untuk berkarir Independent sampai akhirnya bekerjasama dengan The End Records (N. America), Okami (Europe), dihitung antara waktu keluarnya Diru dari Free Will-Independent-The End itu tak sampai satu tahun! sangat cepat..
padahal biasanya seorang artist/sebuah band melompat dari label satu ke lainnya itu paling tidak membutuhkan waktu 4-5 tahun! bahkan terkadang ada yang sampai pause dulu atau parahnya sampai (sekalian) disbanded alias bubar..
jadi sepertinya "teori" diatas yang menggambarkan "...jika band sudah sukses, dan dia memutuskan untuk keluar dari label visual kei itu, dia akan mendapat masalah besar, dan terancam -jatuh-.."..
padahal kita tau sendiri kesuksesan Dir en grey dimasa puncaknya ketika keluar dari Free Will dahulu seperti apa (bahkan gaung besarnya sampai ke Indonesia yang notabene berkiblat ke BritRock & American Rock)!
sepertinya (menurut saya) sedikit tidak pas dan tidak benar..
@hacchan
ReplyDeletesayang ga ada foto jelasnya waktu hide ditemukan posisinya ky gimana :p
@scarface
wah ga ngerti juga artikel itu dikutip kemana aja.
kalo artikel di blog ini jelas kok, ga melebar jauh, isinya 2 paragraf pertama pengantar aja, sisanya murni translate dari TDR, kalo soal pembicaraan konspirasi kematian hide kan semuanya ada di bagian komentar.
kalimat terakhir tentang hide yg ak tulis itu (jujur) cuma mau nge-link alias promosiin postinganku yg lama
kebetulan aja kalo design nya mirip TDR, dari pertama blog ini muncul juga udah gini kok hehehe, ak pertama kali masuk ke TDR ya waktu mereka posting artikel vk itu (awal maret 2010), sebelumnya belom pernah kesana
@robben
ReplyDeletesilahkan dilanjutkan :)
@gan-ning
setau saya dir en grey belom keluar dari free-will kok. mereka cuma ganti label di US nya, dari Warcon ke The End Records.
sementara untuk label jepang masih bergabung ke firewall div yang masih sub-divisi dari free-will
label europe nya juga masih gan-shin / okami ( dua label ini sebenarnya sama aja ) yang juga merupakan bagian dari free-will
@giru: iya, sayang ga ada yang sempat ambil foto jenazah hide dari tkp saat itu. makanya jadi bisa dimain2in juga kan ceritanya ;) Padahal kalo waktu itu dipoto juga lumayan loh, bisa dijual, ato buat blackmail skalian =P
ReplyDelete[/srczm]
ReplyDeleteHuahhhhhhh, Pencerahan buat penikmat musik Visual-kei berilmu cetek kayak aku
ReplyDeleteXD
Postinganya yg sungguh sugoi
ah itu cuma translate an aja om
ReplyDeletebuat nambah referensi
klo soal selera musik percaya ma kuping masing-masing aja, kalo suka ya dengerin, kalo ga suka ya tinggalin aja
btw web TDR nya dah almarhum ya hehehe
makasi dah mampir ya :p
Ya sekedar pengetahuan aja lah, jangan sampe jadi musisi visual-kei di jepang
ReplyDeletegk ada bakat bela diri buat brantem lawan tukang pukul lebel
wkwkwkwkwkwkkwwk
soal musik, tentunya aku tetep ikutin, Tapi sekarang susah nyari band-band angkatan 90 an....~..~
mereka pindah server, setau hc. Lagi dibener2in mungkin, kalo ga kena peringatan (lagi) gara2 tulisan2 mereka XD
ReplyDeletePeringatan khusus dari om Yoshiki
ReplyDeletewkwkwkwkwk
Wkwkwkwkwk
ReplyDeletesumpah, ngakak disini aku:
hmm aku ga pernah mikir sampe ke situ
ya mungkin karena itulah sampe sekarang kamu masih miskin ( lol )
Triple post
ReplyDeleteentah kenapa, kalo memang bener om yoshiki sengaja mentiadakan HIDE (cuma mengandai2), berarti pehatian yoshiki terhadap kematian HIDE selama ini yg cendrung lebai (sampe dibuat HIDE SUMMIT), bisa dibilang salah satu cara buat menyamarkan perbuatannya dimasa lampau ( seolah-olah dia memang bener sangat kehilangan HIde sebagi salah satu best friend nya) sehingga gk da yg curiga/mengira hal itu.
kalo memang bener.....wah bener2 sugoi nih om Yoshiki, genius, Exellent deh, perfect caranya.
hooh yoshiki emang jenius, pedagang sukses dia XD
ReplyDeleteEh iya mas, masuk akal gk kalo aku bilang gini
ReplyDeleteMusisi Visual-kei yg drop uot dan putus sekolah itu gk pernah nunjukin mukanya yg no -make up ke fans nya
kalo ktauan nti soalnya bisa kacau kalo ketemu fans disuper market
XD
iya mungkin juga si, tapi ga berlaku buat semua juga hehehe, mayoritas lah. selalu ada pengecualian buat semua hal
ReplyDeletewow.... gitu rahasia dibalik band2 yg suka gonta ganti personel dan bubar secepat mereka debut... hm..
ReplyDeletewow.... baru tau nih.....
ReplyDeletenice post anyway :)
ternyata indie sana g indpendent ya?
ReplyDeletewah artikel yang bikin ane buka mata nih...
ReplyDeleteGak nyangka Visual Kei zaman sekarang hanya sekedar mencari keuntungan uang semata bukan musikalitas... NIce translation...
Nasib beberapa personel yang beralih ke band mayor dan terkenal di luar jepang pada gimana ya???
Ganyangka banget lah... kesian para fangirl. LOL
ReplyDeleteTernyata semuanya hanya untuk uang. Aku telah tertipu. LOL
Tapi sumpah rame banget deh artikelnya. Mantap gan! LOL
kerennn abizzz
ReplyDeleteyah telat baca
ReplyDeleteawal aku kenal visual kei sih udah tau personil band2 yang kenyataannya plagiat itu sampah masyarakat semua, kasian ckckck makanya sekolah yang bener tolol amat sih :D
meskipun foto mereka sering diedit pke sotosop sedemikian rupa sampai makeup tebel banget jadi keliatan ganteng atau cantik tetep amit2 deh punya suami kaya mereka, aku bersyukur deh kalau mereka maho beneran soalnya kasian banget kalo ada cewek dikawinin sama mereka kan udah pasti madesu kalo beneran kawin ha ha ha
aku sih percaya 99,99% sama artikel ini. ga heran juga, siapa sih yang ga mau duit banyak? banyak orang berani nyuri/ngerampok/ngejambret/ngebunuh keluarga sendiri, bahkan berani jadi babi ngepet demi uang, kenapa jadi "mafia" ga? toh untungnya banyak; ditakuti lah, berkuasa lah, duit banyak lah, nyogok gampang lah, besar kemungkinan istri sama selingkuhan pun juga bisa banyak (ups) :D
dan menurut aku, untuk semua fans band visual kei era 2000 keatas, daripada buang2 duit beli kasetnya/dll atau masuk fanclub band2 itu, ga ada salahnya download secara ilegal. sama2 bahagia kan mereka punya banyak fangirl yang dirugikan :D
btw kalo mafia kan ga liat siapa2, keluarga sendiri aja bisa dibunuh kenapa temen yang katanya udah kaya sodara sendiri ga? bisa aja pertanyaan mas dibawah artikel itu jawabannya ya emang dibunuh sama yoshiki. akting kan gampang, kalian semua juga bisa. aku aja bisa dapet "sekian" buat shopping bilang ke temen (yang emang kaya raya) kakak sakit butuh banget duit pake akting terus selesai shopping, semua barang yang dibeli taro rumah kasih 30% ke kakak buat nutup mulut baru balik ke kostan lol "bermuka dua" itu emang gampang banget sih
nice share
gk usah makin memprovokasi lah mbak, cuku jadikan bahan pembelajaran aja, gk usah memprovokasi pake himbauan download ataupun gk usah beli cd orinya. XD
ReplyDeleteSelera orang beda, dan bener kata yg punya blog ini, "ikutin kata hati" gk usah naif, kalo emang suka ya denegrin dan gk usah gk usah dengerin, toh komentar mbak gk semua bisa diterima orang orang. ya mungkin emang bawaan mbak gk suka musiknya kali, makanya gk suka. XD
Beginilah dunia saat ini, gk hanya di dunia visual-kei, jpop, jrock, kpop, indo musik kek saya kira hampir sama, setiap scane music pasti punya sisi gelap, naif kalo bilang ada scane musik atau scane musik yg mbak idolakan itu perfect. XD
udah lama baca sih di sini. tapi ttp sugoi banget
ReplyDeletetanpa disadari mas gilang, blog ini jadi terkenal loh. XDd
aku jadi tambah nge-fans sama yoshiki setelah baca artikel ini bbrp waktu yang lalu *____*
tapi kayaknya kalo Johny ga segini 'ketat'nya deh. mungkin 'mafia' tapi ngga sampe dibatasin banget kaya band2 viskei ini. (kalo diliat dari kelakuan mereka..)
btw, kayaknya yang di BECK itu bener-bener nyinggung yoshiki ya. mirip banget gaya-nya juga =..=
meski secara garis besar benar, saya merasa ada yg dilebihkan juga..berbicara label, maka banyak label yang terlibat..bukan cuma avex, sony BMG juga mau2nya ngurusin band yang walaupun bukan indie tp tetep aja si big boss yang 'punya tuh band' (mau udah mayor, mau indie) adalah orang yang sama..jd indie atau mayor ga jauh beda, cuma beda fasilitas aja
ReplyDeletesemacam buka cabang? ya ini beneran buka cabang namanya..sama layaknya dgn perusahaan2 lain, bisnis dimana2 sama..semakin besar, cabang semakin banyak, keuntungan semakin besar..tp tetap ada sisi positifnya, para pemuda Jepang masih punya masa depan, punya kerjaan, makanya pengangguran di Jepang gak sebanyak di Indonesia hahaha
tapi masalah musik, sebgai penikmat selama musik itu enak dan menghibur kenapa nggak
@rin.....Jhony? lebel boyband sama girlband itu kah? XD
ReplyDelete@meiku....eh beneran kalimat terakhirmu itu bener bener bakal menciptakan perdamaian di dunia lho, kalo semua org mikir gitu gk ada yg namany debat musik, yg otot ototan mencari kemenangan. wuakakakakak
Buatku sih, aku masih berpegangan sama paham mas gilang:
pasal 1: dengarkan kata hati, kalo emang suka ya dengerin. XD
pasal 2: Gk penting bagaimana musik itu dimainkan, tapi yg terpenting bagaimana musik itu nantinya didengar. XD
MAS GILANG EMANG TOP *sory caplock* XD
eh pasal 2 salah ding, yg bener gini:
ReplyDeleteyang penting bukan bagaimana nada itu dimainkan tapi bagaimana nada itu nanti akan terdengar
haiz pokoknya gitu deh maksudnya, yg penting hasil akhirnya. XD
wahh, saya baru baca ni blog, saya sendiri bru mengenal dunia vkei 2 tahun belkangan ni, tapi kasian juga member2 band vkei, kerja keras tp duit gak dapet, udah gitu denger2 gak boleh nikah dulu selama mash dalam menejemen :(
ReplyDeletenice post ^^
( rule#1 jangan pernah percaya 100% info yg didapat di internet, termasuk blog ini ) LOL....yg nulis artikel aja blg gitu. XD *walau saya percaya 85% artikel ini bener O_O*
ReplyDeletekalo suka ya lanjutin aja dengerinnya XD
ternyata saya baru tau sejarah V-Kei padahal udah suka lama banget sama X-Japan. arigatou dah share ilmu
ReplyDeletewow... baru baca...
ReplyDeleteternyata begitu ya... nice info...
nice info! ^^
ReplyDeletetp klo PSC trmasuk ga si?? O.o
kalo dipikir2 emank bener sih ttg peraturan2 di tiap label yang amat ketat....tapi gak nyangka, segitu teganya bisnis "yakuza" itu, kasihan ama member2 bandnya :( dari luar sih emank keliyatan mereka makmur, tpi ternyata di dalam mereka tersiksa :'(
ReplyDeletetapi menurutku, mereka (anak2 band) gabung memang karena mereka suka berada di dunia entertainment, ingin menghibur para fansnya :)
tapi ada juga lho yang sukses sampek bisa beli rumah buat ortunya n mobil mewah....tapi emank blm boleh menikah :(
"vampir prancis luar angkasa bisexual abad ke-17" => Gackt (?)
ReplyDeleteHeeee??? Bisa disogok supaya bisa bobo bareng ama member yah? Jalang amat...!?
ReplyDeletebaru nemu artikelnya sekarang.
ReplyDeleteMenurutku kalo dari konten artikelnya bagus menarik informatif dan masuk akal (mau percaya gak tergantung penafsiran masing masing pembaca)
Tp yang aku sayangkan bgt kok komen komen diatas yg tetiba nyangkutin sama kematian Hide sampe ada yg berspekulasi Yoshiki yg bunuh. Biarkanlah Hide tenang dialamnya. Perkara bagaimana proses kematiannya biarkanlah Tuhan dan orang yg bersangkutan yg tau, kita sebagai fans posisinya cuma penonton
Tanpa bukti yang nyata dimohon untuk tidak terlalu berspekulasi yg bisa memicu konflik dan berpotensi menyakiti beberapa pihak
Sekian kalo ada kata kata yg salah dan menyakitkan mohon maaf
WE ARE X!!!!!!!!!!
maaf baru nyambung sekarang karena baru ketemu . bener juga ane sih gak percaya spekulasi Yoshiki bunuh Hide (walau bisnis yakuza di dunia musik viskei emang benar2 terasa dan nyata terutama semenjak awal 2000an)karena bagimanapun Hide diselamatkan Oleh Yoshiki karir bermusiknya (Hide pernah jadi tukang salon selama 6 bulan setelah out dari saver tiger) walau saya emang mengakui Hide punya kekuatan dan visi(dia satu2nya yg memegang teguh dandanan visual kei di X japan pas di tokyo dome 1994-1997 padahal yg lain udah lepas ) luar biasa dengan pasukan spread Beaver. Zi:kill dan lain2 . dan bisa jadi pesaing berat Extasy dan Freewill . Yoshiki mau dicap Godfather.DON. pemimpin family atau apalah lagipula saya fans berat dia dgn saya beri dia gelar revolusionist rock. Khusus Untuk MANTAN bassist + Leader lA : sADIST lupa namnya sekarang doi akan menyesal karena Lasadist atau sekarang bernama Diru sudah sukses karena hanya beda paham gara2 siap debut (selama hampir 18 tahun diru tetap kompak personelnya )
ReplyDeleteKontoru
ReplyDelete